HETANEWS

Korban Kebakaran: Kami Berharap Bantuan Kerugian Materil

Posko penggalangan dan penyaluran dana korban, di Jalan Mangga, Parsaoran Nauli Kota Pematangsiantar, Rabu (10/7/2019). (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Kordinator posko penggalangan dan penyaluran dana korban kebakaran, Tri Astuti mengakui, saat ini keluarga korban masih membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, termasuk pemerintah kota.

Korban kebakaran di Jalan Mangga, Gang Jeruk, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, saat ini masih tinggal ditenda darurat, pasca peristiwa kebakaran tempat tinggal mereka, Sabtu, 6 Juli 2019, lalu.

Tri Astuti menuturkan, saat ini pihaknya  berupaya mengajukan ganti rugi atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan 10 rumah yang mereka sewa.

"Saat ini kami mengajukan ganti rugi ke pemerintah. Kami juga sudah konsultasi kepada pemerintah kelurahan. Kami berharap, ada bantuan kerugian materi, yang ditaksir oleh keluarga masing-masing," kata Astusi, Rabu (10/7/2019)

Masih katanya,  saat ini pihaknya telah menerima bantuan berupa sandang, pangan maupun dana dari dermawan.

"Disini kami buat posko penggalangan dana. Kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan kami disini. Kemungkinan juga kami mau memberikan proposal, untuk memenuhi kebutuhan kami," ucapnya.

Apalagi, kata dia menambahkan, dalam waktu dekat ini, anak - anak dari keluarga korban akan masuk sekolah. Kebutuhan untuk sekolah itu, kata dia, pasti akan lebih besar, termasuk biaya hunian mereka kedepannya.

"Apalagi sebentar lagi sudah mau masuk sekolah, biaya sekolah kan banyak, baju dan buku. Kemana lagi anak anak ini tinggal, gak mungkin disini," kata dia menambahkan.

Ia menuturkan, korban peristiwa kebakaran itu ialah 10 KK yang terdiri dari 42 jiwa. Status pekerjaan mereka itu sebelumnya hanya berpenghasilan dibawah rata-rata.

"Ekonomi menengah ke bawah. Ada yang kerja kuli bangunan, kerja serabutan dan pedagang keliling. Pasca kebakaran ini, kami gak ada yang kerja lagi," pungkasnya.

Penulis: gee. Editor: gun.
Komentar 1