HETANEWS

Sidang Penggelapan Dana Koperasi Rp1,2 M Ricuh Lagi di PN Siantar: Ibu-ibu Panjat Bus Tahanan Kejar Terdakwa Hingga Blokade Jalan

Ibu ibu memblokade bus yang hendak mengantarkan tahanan ke Lapas Klas II A Pematangsiantar. (Foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Sidang kasus penggelapan uang nasabah Koperasi Swadharma senilai Rp1,2 Milyar dengan terdakwa Rahmad kembali menarik perhatian sejumlah pengunjung sidang di PN Siantar, Rabu (10/7/2019). Para korban nekat memanjat mobil tahanan mencari terdakwa hingga blokade akses jalan.

Aksi pengejaran terdakwa dilakukan para korban nasabah Koperasi Swadharma yang didominasi kaum ibu memuncak setelah hakim sidang diketuai Danardono menutup sidang yang beragendakan keterangan saksi-saksi. Terdakwa lalu dibawa menuju ruang tahanan.

Para ibu-ibu mengetahui hal itu pun kemudian mengejar terdakwa. Namun aksi mereka berjumlah puluhan orang tertahan petugas kejaksaan yang mengantisipasi adanya keributan.

"Woi sini kau Rahmad, penipu kau. Kembalikan uang kami penipu....," teriak sejumlah ibu-ibu korban penggelapan itu.

"Gak selamat kau makan uang itu, gak iklas kami kau makan uang itu. Keringat mencari uang itu biar tau kau ya" timpal ibu lainnya.

Dua orang ibu naik ke bus melihat terdakwa Rahmad. (Foto/BT)
Aksi meneriaki terdakwa yang berada di ruang tahanan cukup alot. Petugas sempat kewalahan mendapati kondisi itu, apalagi jarak antara para kaum ibu dengan terdakwa sekitar 5 meter tak hanya berteriak namun juga sempat terjadi saling dorong.

"Jangan kalian tutup-tutupi, kami mau lihat si Rahmad penipu itu," kata ibu berbaju warna putih berdebat dengan petugas pengawal tahanan (Waltah) Kejaksaan Negeri Siantar.

Pun, keributan ini dapat sedikit mereda setelah sejumlah petugas kejaksaan dan pengadilan menasehati kaum ibu lantaran masih adanya sidang yang digelar.

Namun beberapa saat pascakejadian, para ibu kembali ribut begitu mengetahui Rahmad bersama terdakwa lainnya keluar dari sel tahanan masuk ke bus tahanan untuk dibawa ke Lapas Klas II A Pematangsiantar.

"Mana-mana dia, tunjukkan mukamu Rahmad, penipu kau," teriak mereka secara bersambut.

Kondisi itu terjadi tanpa adanya aba-aba, mereka mengepung mobil sembari melontarkan makian terhadap terdakwa. Beberapa dari mereka pun nekat memanjat melalui pintu supir guna melihat terdakwa.

"Berondok dia, tunduk-tunduk dia dibawah situ," kata seorang ibu usai turun dari bus tahanan.

Kemarahan itu seakan tak terbendung. Mereka terus meneriak terdakwa. Begitu pun meski teriakan mereka cukup kuat, tak satu pun pegawai pengadilan berniat menenangkan hingga aksi duduk di halaman dilakukan para kaum ibu guna memblokade jalan, saat bus sudah bersiap bergegas membawa para tahanan. Kondisi ini sempat terjadi selama 10 menit.

"Jangan nanti pas di jalan kalian turunkan dia, kalian pindahkan ke mobil lain terus pergi ke hotel dia," kata mereka kepada petugas yang meminta agar blokade dibuka.

Para kaum ini berkumpul di sekitar bus tahanan mengetahui terdakwa Rahmad telah dimasukkan ke dalam bus untuk diantar ke Lapas. (Foto/BT)

Dalam dakwaan jaksa, Rahmad (56) warga Kelapa Kuning, Kel Bantan Kec Siantar Barat didakwa melakukan penggelapan dana Koperasi Swadharma yang berkantor di Bank BNI Pematangsiantar, Jalan Merdeka sejak tahun 2013, mencapai Rp1,2 Milyar.

Kasus ini dilaporkan oleh dua orang korban, Hotna Rumasi Lumbantoruan dan Albine Siagian. Adapun modus terdakwa membujuk korban mengiming-imingi korban masuk ke dalam koperasi dengan janji memperoleh bunga sebesar 1,5 persen.

Korban Hotna mengatakan, janji Rahmad yang juga saat itu masih berstatus pegawai BNI tak betul adanya. Dijelaskannya, pemberian bunga macet dan sama sekali tak pernah diterima sejak tahun 2015. Pun, uang mereka tak dipulangkan oleh koperasi hingga sampai saat ini.

Penulis: bt. Editor: bt.