HETANEWS

Bupati JR Saragih Harus Mengobati Luka Para Guru

Ketiga narasumber (kiri-kanan) Anggiat Sinurat, Hasiholan Manurung dan Edward Bongsu Pakpahan, di Patarias Cafe, Rabu (10/7/2019) sore. (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Bupati Simalungun, Jopinus Ramli (JR) Saragih, diminta untuk mengobati 'luka' ratusan guru, akibat SK Bupati dengan keputusan pemberhentian sementara jabatan fungsional guru yang belum memiliki ijazah sarjana (S1).

Permintaan itu, menjadi salah satu poin dari hasil diskusi sejumlah pemerhati, yang mengamati secara serius dampak atas polemik yang ditimbulkan SK Bupati terhadap 992 guru, di lingkungan Pemkab Simalungun.

Diskusi terbuka ini, dihadiri kalangan Akadamesi dan Mahasiswa, di Patarias Cafe, Jalan Sang Naualah, Kota Pematangsiantar, Rabu (10/7/2019), sore.

Tiga narasumber dalam diskusi tersebut, akhirnya menyampaikan closing statement masing-masing, setelah menyelami diskusi lebih dari 2 jam.

Poin  penting dari hasil diskusi yang diwarnai dengan pertanyaan dari audiens itu, meminta Bupati Jopinus Ramli, agar mencari solusi yang terbaik untuk mengangkat martabat para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

"Bupati harus memberikan solusi. Bupati Simalungun harus mengobati luka para guru yang telah membangun Kabupaten Simalungun," kata salah seorang narasumber, Edward Bongsu Pakpahan.

Pada kesempatan itu, Anggiat Sinurat juga menambahkan, SK Bupati itu harus ditinjau kembali. Dosen Fakultas Ekonomi USI ini menuturkan, kondisi ke-992 guru itu saat ini begitu terpukul akibat terdampak SK Bupati tersebut.

Anggiat bercerita, dirinya mendengar keluhan itu langsung dari seorang anak guru yang mengeluhkan keadaan ayahnya yang terdampak atas kebijakan Bupati tersebut.

"Guru-guru itu mengabdi lebih dari 50 tahun lebih. Tunjangan guru berhenti, sertifikasi guru berhenti, lain lagi moralnya. Pasti, guru yang diberhentikan itu, hatinya menangis dan terkoyak-koyak," kata Sinurat.

Sebagai seseorang yang menyandang profesi guru, Hasiholan Manurung, yang dihadirkan sebagai narasumber juga mengakui nasib guru sebagai pendidik putera puteri bangsa ini pasti merasakan hal demikian.

Guru di salah satu sekolah SMP Negeri di Kota Pematangsiantar ini mengatakan, guru berperan mengantarkan anak-anak bangsa ini menjadi pemimpin pemimpin bangsa.

"Ketika anda dibimbing guru menjadi pemimpin, ada yang pejabat, presiden, Wali Kota dan gubernur, maka guru mu lah palingga bangga," ungkapnya.

"Kalau kamu menjadi koruptor ditanggkap KPK, maka guru mu akan menangis. Jika guru mu kau sakiti, maka guru mu akan berseru kepada Tuhannya, memeras air susunya, seperti Ibunya Sampuraga, camkan itu," pungkasnya mengakhiri.

Penulis: gee. Editor: gun.