HETANEWS

KPU Hadapi 64 Gugatan pada Hari Kedua Sidang Sengketa Pileg di MK

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (kanan) berbincang dengan Ketua Bawaslu

Jakarta, hetanews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam sidang sengketa hasil Pileg hari kedua di Mahkamah Konstitusi (MK) bakal mendengarkan 64 gugatan dari sembilan provinsi.

Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan pihaknya sudah siap menghadapi sidang lanjutan dengan agenda pembacaan dalil perkara hari ini.

"Hari ini KPU menghadapi Sidang Pendahuluan PHPU Pileg untuk pemeriksaan 64 perkara dalam sidang pemeriksaan pendahuluan hari kedua," kata Hasyim di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019).

Rinciannya, 59 dari 64 perkara yang dihadapi KPU berasal dari partai politik peserta Pemilu, 5 perorangan, dan tanpa perkara DPD.

Sembilan provinsi yang dimaksud diantaranya NTT, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Jawa Tengah, Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Persidangan dibagi dalam tiga panel. Panel I, memeriksa sengketa di provinsi NTT, DKI Jakarta dan Sulbar.

Dimana Provinsi NTT terdapat enam pemohon dari parpol, DKI Jakarta, enam pemohon dari lima parpol dan satu perorangan, Sulawesi Barat, tujuh parpol pemohon. Total ada 19 perkara yang disidangkan.

Sementara Panel II memeriksa Provinsi Jateng, Banten dan Lampung, Jateng, sembilan pemohon, meliputi tujuh parpol dan dua perorangan.

Banten sembilan pemohon parpol. Dan Lampung tiga pemohon parpol. Total, ada 21 perkara yang disidangkan untuk panel II. Sedangkan panel III memeriksa Provinsi Sulsel, Sulut, dan Sulteng.

Dengan rincian, Sulsel sembilan pemohon partai. Sulut sembilan pemohon, meliputi tujuh pemohon parpol dan dua perorangan. Sulteng 6 pemohon parpol. Total, 24 perkara disidangkan untuk panel III.

Setiap panel akan dipimpin oleh tiga hakim konstitusi. Panel I dipimpin oleh Anwar Usman dengan hakim anggota Arief Hidayat dan Enny Nurbaningsih.

Sidang panel II dipimpin oleh Saldi Isra dengan hakim anggota Aswanto dan Manahan Sitompul. Dan panel III dipimpin oleh Suhartoyo dengan anggota hakim I Dewa Gede Palguna dan Wahidduddin Adam.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.