HETANEWS

Komplotan Rampok Divonis 4 hingga 8 Tahun

Petugas memborgol 4 terdakwa dan Bayakman secara terpisah. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Lima terdakwa perampok truk, divonis bervariasi, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (10/7/2019).

Masing-masing divonis 4 hingga 8 tahun. Dan putusan tersebut sama (konform), dengan tuntutan jaksa, Barry Sugiharto SH.        

Terdakwa Bayakman Sumbayak (38), warga jalan Meranti Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, kota Siantar, divonis 8 tahun. 

Demson Mangasi Sihotang (41), warga jalan Pdt JW Saragih GG Gong 2000 Siantar dan Sugirin als Girin (37), warga Aek Tarum Asahan, masing-masing divonis 7 tahun. Terdakwa , Henry Jonni Butarbutar  (36), warga jalan Ragi Hidup, Kelurahan Bane, divonis 6 tahun.         

Ke-4 terdakwa, divonis lebih berat oleh hakim daripada terdakwa Lamhot Sariaman Siadari als Gondrong (34), warga Kelurahan Sigulanggulang Siantar yang divonis 4 tahun.       

Karena Gondrong membantu terangnya pemeriksaan perkara pidana tersebut menjadi jelas, bersikap sopan dan berterus terang. Berbeda dengan 4 terdakwa lainnya, yang tidak menunjukkan rasa penyesalan. Juga mempersulit proses persidangan dengan memberikan keterangan yang berbelit-belit, tidak jujur dan tidak bersikap sopan.        

Majelis hakim, pimpinan Novarina Manurung SH, sependapat dengan jaksa menyatakan, para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 365 (2) ke-1&2 KUH Pidana.

Komplotan perampok ini, terbukti melakukan kejahatan dengan cara menganiaya, menodongkan senpi dan parang terhadap saksi korban pengemudi mobil truk, pada Kamis, 20 Desember 2018, pukul 04.00 WIB, di jalan umum Siantar-Saribudolok, Dusun Bongbongan, Nagori Jangger Leto, Kecamatan Panei.         

Bermodalkan mobil Xenia yang dirental, ke-5 terdakwa bersama 4 orang DPO telah merencanakan perampokan di jalan lintas berangkat dari Kota Siantar. Saat melintas berpapasan dengan mobil truk kuning BK 9345 NH yang dikemudikan saksi korban Suryadi Sitinjak dan Novrianto.          

Para terdakwa dan para DPO ada yang memecahkan kaca, mengancam korban dengan parang dan senapang. Lalu membawa kabur dua ponsel, kartu ATM, StNK, SIM milik korban dan uang yang mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp.9.180.000. Korban juga mengalami luka karena dipukul pada bagian kepala belakang.          

Usai persidangan di tempat terpisah, terdakwa Bayakman Sumbayak, didampingi pengacaranya, Ramot SH akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Penulis: ay. Editor: gun.