HETANEWS.COM

Polres Tebingtinggi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Siti Aminah Purba, Ada 26 Adegan

Rekonstruksi pembunuhan Siti Aminah Purba, yang digelar Polres Tebingtinggi, Selasa (9/7/2019). (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com - Polres Tebingtinggi gelar rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya korban Siti Aminah Purba, karyawati PTPN 4 Pabatu, Dusun 3 Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), di halaman gedung Sabhara Polres Tebingtinggi (Tukkot Panaluan), Selasa (9/7/2019), sekitar pukul 09.30 WIB.

Pantuan hetanews.com, reka ulang adegan pembunuhan Siti Aminah, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Rahmadani SH MH, dan pelaku, berinisial AR (14), dan SS (15), warga Dusun III, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi.

Awalnya, pada hari Selasa (25/6/2019), sekitar pukul 23.30 WIB, sepulang dari menonton jarang kepang, di Pamela, kedua pelaku pergi dan duduk – duduk, di warung Ibu Eka.

Kemudian sekitar pukul 24.00 WIB, kedua pelaku melihat warung milik korban tutup. Dari situ, salah satu pelaku berinisial SP, berniat mencuri, karena korban tinggal sendirian, dan pelaku SP, langsung mengajak pelaku AR, pergi ke rumah temannya untuk mengambil parang.

Dan setelah mengambil parang, kedua pelaku pergi ke warnet Nurul Net untuk berteduh, karena saat itu lagi hujan.

Dilanjut pada hari Rabu (26/7/2019), sekitar pukul 02.15 WIB, pelaku SP mengajak AR untuk menggambar rumah korban, dengan mondar mandir dan memastikan keadaan.

Tidak lama kemudian, kedua pelaku memarkirkan sepeda motor yang mereka gunakan, di belakang rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Kemudian kedua pelaku melakukan aksinya, masuk lewat jendela belakang, dengan cara mencongkel, mengunakan parang yang sudah dipersiapkan pelaku.

Rekonstruksi pembunuhan Siti Aminah Purba, yang digelar Polres Tebingtinggi, Selasa (9/7/2019). (Foto/WH)

Setelah kedua pelaku berhasil masuk ke dalam rumah korban, keduanya menuju warung milik korban dan pelaku SS merusak kunci steling rokok dengan parang.

Sedangkan pelaku AR, mengambil rokok 8 bungkus dan 1 unit handphone merk LG. Namun aksi kedua pelaku masih terus berlangsung, menuju ke ruang tamu. Namun pada saat itu, pintu ruang tamu dalam keadaan terkunci dan kedua pelaku terus berusaha masuk.

Pelaku AR memanjat lobang angin yang ada di kamar mandi dan lompat. Kemudian membuat pintu tengah yang terkunci. Setelah pintu tengah terbuka, kedua pelaku langsung menuju ke ruang tamu dan mengambil uang yang terletak di atas meja. Kemudian kedua pelaku masuk ke kamar belakang dan mencari barang berharga, namun kedua pelaku tidak menemukan barang berharga yang bisa diambil.

Aksi kedua pelaku masih terus berlanjut dengan mengintip kamar korban yang pada saat itu, pintu kamar korban terbuka, namun tertutup oleh gorden.

Dan melihat posisi korban dalam keadaan tidur miring, membelakangi pintu kamar, dengan kondisi hanya memakai baju dan celana dalam.

Pelaku melihat 1 unit handphone merk Vivo Y55 warna rose gold, persis di depan wajah korban. Sesampai di kamar korban, kedua pelaku kembali keluar dan masuk ke warung milik korban untuk mengambil parang yang digunakan pelaku.

Tak lama kemudian, kedua pelaku sempat berbicara di ruang sholat untuk berbagi tugas dan pelaku SS  masuk ke kamar korban dengan cara merangkak dari samping tempat tidur korban dan mengambil handphon milik korban.

Sedangkan AR, meletakkan parang di atas tempat tidur, sambil memegang 2 potong kain sarung untuk antisipasi, ketika korban terbangun. Dan SS membuka pintu lemari di dalam kamar korban, ternyata pada saat itu suara pintu lemari membangunkan korban. Mata korban terbuka, namun masih posisi tidur  dan AR langsung membekap wajah korban  dengan 2 buah kain sarung yang dipegangnya. Pada saat itu, korban sempat melakukan perlawanan. Kemudiaan SS membantu AR dengan mengambil bantal yang berada di samping korban dan membekap wajah korban, namun korban masih melakukan perlawanan dan melihat wajah SS dan langsung memukul wajah korban  sebelah kanan, dengan menggunakan tangan kiri SS sebanyak 1 kali.

Para warga dan keluarga korban yang menyaksikan jalannya rekonstruksi. (Foto/WH)

Ketika korban lama bergumul dengan kedua pelaku,korban sudah tidak berdaya (pingsan). Sementara tangan kiri pelaku SS masih memegang kedua tangan korban dan mengambil kabel, lalu mengikat kedua tangan korban dan mematikan lampu.

Kemudian SS keluar dari rumah korban. Sedangkan AR masih tetap di dalam kamar korban. Nafsu AR pun muncul untuk memperkosa korban, karena korban saat itu hanya menggunakan baju dan celana dalam. AR langsung membuka celana dalam korban, lalu AR melampiaskan nafsunya kepada korban yang sudah tidak berdaya lagi.

"Setelah kedua pelaku selesai melakukan perbuatan tersebut, sekira pukul 03.30 WIB, kedua pelaku langsung pergi ke kota untuk makan. Dan usai makan, kedua pelaku kembali ke depan warnet Nurul Net untuk membagi hasil pencurian yang mana AR mendapat bagian Vivo Y55 warna rose gold, uang tunai sebesar Rp. 250.000 dan 2 bungkus rokok. Sedangkan SS mendapat bagian 1 unit LG warna hitam putih, uang sebesar Rp. 250.000 dan 6 bungkus rokok.

Kemudian usai berbagi hasil oleh kedua pelaku, sekitar pukul 09.30 WIB, pada saat SS dan AR, berada di rumah temannya, mereka diberitahu oleh temannya, bahwa Siti Aminah Purba (korban) sudah meninggal dunia.

Akibat perbuatan kedua pelaku dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan atau melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang lain dan melakukan persetubuhan terhadap orang dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya ,sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 subs 365 ayat 3,4 dan 290 ke-1e dari KUHPidana Jo Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," ucap Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi,S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP. Rahmadani,SH.MH.

Eka Andika selaku Kepala Dusun III, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, menyampaikan terimakasih kepada pihak Polri, khususnya Polres Tebingtinggi, berkerja sama dengan Personil Sub Dit III Dit Reskrimum Polda Sumut yang sudah kerja keras, mengungkap kasus pembunuhan Alm Siti Aminah Purba. Dan harapan kami, supaya pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI. Untuk membuat efek jerah bagi pelaku."ucap Eka Andika.

Setidaknya ada 26 adegan yang diperagakan dan dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), para keluarga korban dan disaksikan ratusan warga, yang dijaga ketat personil Polres Tebingtinggi.

Penulis: wh. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!