HETANEWS

Dua Residivis Benarkan Keterangan Saksi dan Akui Perbuatannya

Saksi saat memberikan keterangan terhadap 2 pelaku pencurian, di rumahnya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terungkap dalam persidangan, dua terdakwa, Haposan Parningotan Simatupang Togatorop (26), dan Herman Hutagalung (26), merupakan residivis  (sudah pernah dihukum), Selasa (9/7/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.          

Keduanya warga yang sama, di Huta V Simpang Pajak Negeri, Kecamatan Bandar Simalungun, kembali disidangkan dalam kasus pencurian. Jaksa Christianto Situmorang SH, menjerat keduanya, dengan pasal 363 (1) ke-2 KUH Pidana.          

Agenda persidangan siang itu, mendengarkan keterangan saksi juga keterangan terdakwa. Saksi korban, Satriana Batee, membenarkan kehilangan 3 ponsel, uang, tas juga barang berharga lainnya. Barang barang tersebut, hilang dari rumahnya yang disatroni kedua terdakwa.

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga Rp7 juta lebih. Keterangan saksi korban, dibenarkan para terdakwa, yang mengakui telah melakukan pencurian di rumah korban, pada Rabu 27 Maret 2019, pukul 04.00 WIB, lalu.          

Dini hari itu, kedua terdakwa yang sudah niat mencari mangsa untuk disatroni rumahnya, melintas di depan rumah korban, sudah membawa besi dan obeng. Dengan merusak jendela, Haposan masuk, sedangkan Herman memantau situasi.          

Para terdakwa berhasil membawa kabur sejumlah barang curian. Dua ponsel Vivo, dijual seharga Rp.1,7 juta dan HP Samsung dijual Rp.600 ribu, dijual kepada  Sukiran (DPO), masih sekampung terdakwa melalui messenger (inbox).         

Hasil curian, di bagi masing-masing Rp 1.150 ribu oleh terdakwa. Tertangkapnya dua terdakwa, karena masih menggunakan kartu yang ada di ponsel. "Pelaku tidak mengganti nomor dan tetap menggunakan kartu milik saya pak hakim,"sebut korban yang bisa berkomunikasi dengan salah satu terdakwa.           

Untuk mendengarkan tuntutan jaksa, ketua majelis hakim, Novarina Manurung SH, Hendrawan SH dan Aries Ginting SH, di dampingi panitera, M Ramli, menunda persidangan hingga Selasa depan.

Penulis: ay. Editor: gun.