HETANEWS

Kursi Menteri dan Kode 'Rabun Ayam' dari Amien Rais untuk PAN

Jakarta, hetanews.com - Belum lama, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan nasihat kepada pengurus DPP. Dia berharap DPP PAN mempertimbangkan secara matang jika ingin bergabung bersama pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay merespons positif nasihat Amien. Menurutnya, wejangan dari Amien selaku kader senior perlu didengar, diperhatikan, dan dipertimbangkan oleh seluruh kader PAN.

Sekjen PAN Eddy Soeparno juga tak mau bicara banyak terkait nasihat Amien. Komentarnya tidak bernada positif maupun negatif. Dia hanya mengatakan bahwa sikap politik PAN bakal diputuskan melalui Rakernas pada Juli atau Agustus mendatang.

"Apa yang disampaikan Amien adalah nasihat yang konstruktif untuk kami semua, tentu kami akan hormati," ucap Eddy saat dikontak, Sabtu (6/7).

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap Amien Rais tergolong tidak tegas dalam memberi nasihat. Terutama ketika menyinggung soal satu kursi. "Enggak tegas," ucap Adi saat dihubungi, Senin (8/7).

Menurut Adi, jika Amien memang tidak menghendaki PAN bergabung dengan pemerintah, tidak perlu lagi menyinggung satu kursi dalam nasihatnya. Amien bisa langsung mengatakan bahwa PAN seharusnya menjadi oposisi.

Adi pun memiliki dua tafsir atas nasihat yang disampaikan Amien.

Pertama, istilah 'rabun ayam' semacam kode dari Amien untuk PAN. Amien ingin mengingatkan pengurus DPP dan kader PAN seluruh Indonesia bahwa partainya bukan partai kecil. Pencapaian di Pemilu 2019 tergolong besar, yakni meraup sekitar 6,8 persen atau 9,5 juta suara nasional dalam Pileg.

Amien, kata Adi, mungkin bermaksud mengingatkan bahwa terlampau murah jika PAN hanya diberikan satu kursi. Barter yang tergolong merugikan jika melihat pencapaian PAN tahun ini. "Dengan kata lain, kalau mau minta ya yang banyak," ucap Adi.

Penafsiran Adi yang kedua, kurang lebih sama. Pada intinya, Amien bermaksud meminta pengurus DPP PAN agar mendengarkan dulu aspirasi kader dan pendukungnya.

Menurut Adi, Amien ingin menegaskan bahwa banyak sekali pemilih PAN adalah pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Karena itu, perlu didengarkan dengan baik apa yang diinginkan pemilih dan kader PAN di seluruh Indonesia.

"Amien ingin marwah partai harus lebih ditegakkan. Tetapi kalau menurut saya, Amien lebih ingin PAN di luar kekuasaan," ujar Adi.

Dilema PAN Jadi Oposisi

Adi sendiri berpandangan PAN berada di posisi yang sulit untuk menaikkan daya tawar. PAN tidak mudah jika ingin mendapat porsi yang lebih besar di pemerintahan.

Pertama, karena PAN tidak berkontribusi dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. PAN, melalui retorika Amien selama masa kampanye, justru kerap mengkritik sangat pedas pemerintahan Jokowi. 

Kedua, mayoritas partai politik sudah mendukung Jokowi-Ma'ruf. Tinggal Gerindra dan PKS, serta juga Berkarya yang notabene memang oposisi selama Pilpres 2019.

Jika PAN menjadi oposisi pun tidak akan memiliki kekuatan untuk menandingi koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf di parlemen. Meski 'berjuang' bersama Gerindra dan PKS sekalipun.

Oposisi, kata Adi, walau memberikan kritik yang keras dan substansial di parlemen, tetap tidak berpengaruh kebijakan Jokowi-Ma'ruf di periode mendatang. Hal itu dikarenakan oposisi sudah tidak bisa menandingi koalisi pendukung pemerintah yang dominan di parlemen.

Artinya, sekeras atau sepedas apapun kritik dari oposisi hanya jadi 'angin lalu' dan kebijakan pemerintahan akan jalan terus. "Logika parlemen itu bukan logika kualitas. Tetapi logika voting bahwa mayoritas yang terkuat. Dalam konteks itu, keberadaan oposisi tidak terlampau penting karena parpol pendukung Jokowi sudah menguasai parlemen," tutur Adi.

Karena itu, PAN mesti bekerja keras merayu Jokowi-Ma'ruf dan parpol pendukungnya jika benar-benar ingin merapat. Minimal agar dapat jatah dua kursi seperti periode sebelumnya. "Kalau mau, setidaknya PAN dapat dua kursi, seperti kemarin Kementerian PAN-RB dan Kemendikbud untuk Muhammadiyah," lanjutnya.

PAN Tidak akan Bergejolak

Meski demikian, Adi menilai Amien Rais tetap Amien Rais. Seorang tokoh senior yang sangat memengaruhi reputasi PAN di kancah politik tanah air sejak era reformasi.

Pasti ada faksi di internal PAN yang mengagungkan suara Amien Rais. Termasuk soal nasehat Amien tentang rabun ayam. "Masih banyak di PAN yang sealiran Amien Rais," imbuh Adi.

Di satu sisi Amien mengingatkan DPP agar tidak rabun ayam hanya karena satu kursi di pemerintahan, di sisi yang lain petinggi PAN sudah rajin membangun komunikasi dengan Jokowi.

Contohnya adalah Ketua Umum Zulkifli Hasan. Diketahui, Zulhas memang sudah menemui Jokowi setelah Pilpres 2019 usai. Tak seperti Amien.

Adi tidak heran jika ada perbedaan sikap antara petinggi PAN dan Amien. Dia mengatakan selama ini Amien memang kerap memiliki sikap yang berseberangan dengan petinggi partainya sendiri.

Akan tetapi, Adi yakin PAN tidak akan mengalami pergolakan yang besar. Misalnya, jika aspirasi dari faksi di internal PAN yang mendukung Amien tidak didengar oleh DPP.

Adi berkaca dari riwayat PAN sejak 2014. Kala itu, PAN merupakan pengusung paslon Prabowo Subianto - Hatta Rajasa di Pilpres 2014. PAN kemudian bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tanpa ada gejolak besar di internal partai.

"Ada lah sedikit dinamika, tapi tidak terlampau keras. Dinamika di PAN hanya cenderung sesaat," kata Adi.
 

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.