Siantar, hetanews.com- Penyusunan perencanaan pembangunan kepariwisataan di Kota Pematangsiantar, melibatkan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun hasil rancangan pariwisata ini belum terealisasi dengan baik.

Pemko Pematangsiantar, melalui Dinas Pariwisata, menggaet para tim ahli itu untuk melakukan kajian wisata unggulan dan andalan untuk Kota Pematangsiantar.

Sehingga kota berhawa sejuk ini, harapannya dapat menarik minat wisatawan dalam maupun luar negeri untuk berkunjung dan betah berlibur.

Program ini dilakukan setahun lalu, pada 1 Juli 2018 silam. Tim ahli pun melakukan survei di delapan kecamatan untuk menggali objek wisata yang menjadi unggulan masing-masing.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Robert Irianto, membenarkan program tersebut.

Dia menjelaskan, program itu dinamakan rencana pembangunan pariwisata kota. Program itu kemudian disusun dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda).

Hanya saja, progran tersebut belum berjalan sesuai dengan harapan. Apalagi membuahkan hasil.

"Ranperda-nya sudah selesai. Kita sampaikan Pemerintah Kota untuk diajukan ke DPRD. Informasi yang kita terima, ranperda itu masih dieksaminasi Kemenkumham," kata Irianto, Senin (8/7/2019).

Menurut Irianto, rancangan program ini mencoba menggali potensi wisata dari tiap kecamatan, dikarenakan keterbatasan sumber daya alam di kota Pematangsiantar.

"Dari situ, kita coba kembangkan pariwisata dari tingkat kecamatan. Tapi ada juga kendalanya, misalnya pemandian alam si Batu-batu (Pulo Batu), itu kan punya masyarakat, jadi pemerintah sulit mengelolanya," pungkasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pengembangan pariwasata di Kota Pematangsiantar lebih ditujukan kepada pengembangan wisata buatan. Dalam kegiatan pengembangan pariwisata, Pemko juga menerima Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kalau bantuan dari DAK itu harus tanah pemerintah, kalau tidak ada sertifikatnya, pemerintah pusat tak bisa membantu," ucapnya.

Hasil survei yang dilakukan tim ahli ITB disepakati menjadi program prioritas pembangunan kepariwisataan di kota Pematangsiantar ke depan.

Program ini juga berupaya menggali potensi wisata setempat, guna mendukung program nasional pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba.

Kota Pematangsiantar merupakan pintu masuk ke Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, dengan jarak tempuh kira-kira 46 KM.

Meski demikian, Kota Pematangsiantar masih mengandalkan Taman Hewan Pematangsiantar, Lapangan Merdeka dan kuliner beberapa lokasi untuk pengun yang datang ke kota dengan julukan Sapangan Bei Manoktok Hitei ini.