HETANEWS

Ricuh Sidang Penggelapan Rp1,2 M di PN Siantar, Kaum Ibu Teriak Penipu

Terdakwa Rahmad (menunduk) dibawa petugas ke luar ruang sidang PN Siantar. (Foto/Ms)

Siantar, hetanews.com-Rahmad (56), warga Jalan Kelapa Kuning 11 B, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, didakwa kasus penggelapan Rp1,2 milyar uang anggota Koperasi Swadharma kembali menjalani sidang dengan agenda mendengarkan putusan sela di PN Siantar, Senin (8/07/2019) sore.

Dalam putusan tersebut, bahwa tanggapan (ekspesi) dari terdakwa ditolak oleh hakim sidang dipimpin Hakim Danardono.

Persidangan hari ini mencuri perhatian pengunjung dan para korban koperasi yang hadir mengikuti jalannya sidang. Dimana saat terdakwa hendak dibawa keluar dari ruang sidang, para korban didominasi kaum ibu yang merupakan anggota Koperasi Swadharma menyoraki terdakwa.

"Rahmad penipu, semua pensiunan sudah kau tipu, balikkan uang kami," teriakan para korban usai sidang.

Suasana pun semakin ricuh, saat terdakwa hendak dimasukkan ke mobil tahanan namun tidak bersama dengan tahanan lain. Terdakwa keluar dari ruang pintu berbeda. Kondisi ini sontak membuat kaum ibu kembali berteriak.

Salah seorang korban, Toha Lumbantoruan, warga Jalan Parluasan ini mengatakan cukup lelah sudah 3 tahun memperjuangkan uangnya kembali namun tidak berhasil.

"Kami sudah cukup lelah menuntut kasus ini, kami mau uang kami kembali," lontarnya.

Sejumlah kaum berkumpul di depan PN Siantar. (Foto/Ms)

Dijelaskannya, Rahmad mengatasnamakan koperasi BNI, dan mengajak mereka untuk berinvestasi di Koperasi Swadharma yang berkantor di Bank BNI Cabang Siantar. Korban mengaku sudah berinvestasi ke sejak 2014, dengan janji terdakwa memberikan bunga 1,5 persen masuk ke rekening tiap bulan namun nyatanya tidak demikian.

"Akan tetapi beberapa tahun terakhir, bunga itu tidak pernah masuk lagi," sambungnya lagi.

Sesuai dakwaan, jaksa Lynce Jernih Margaretha SH sekitar tahun 2013 hingga 2016 terdakwa Rahmad sebagai Karyawan/pegawai BNI dengan bujuk rayu berhasil mempengaruhi kedua korban untuk memindahkan uangnya dari rekening BNI ke Koperasi Swadharma. Dengan menjanjikan di koperasi tersebut lebih banyak bunganya karena koperasi milik BNI dan punya pemerintah.

Penulis: ms. Editor: bt.