HETANEWS

Tri Astuti Ungkap Kendala Petugas Damkar saat Padamkan Api yang Melahap 10 Rumah di Jalan Mangga

Petugas pemadam kebakaran dari PT STTC saat berjuang memadamkan kobaran api yang membakar 10 rumah di jalan Mangga Siantar.

Siantar, hetanews.com – Di sela – sela menerima kehadiran rombongan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Siantar, Senin pagi tadi (8/7/2019), Tri Astuti, selaku kordinator posko pengungsian sementara bagi para korban musibah kebakaran, menceritakan sedikit terkait kejadian itu.

Kepada hetanews.com, Tri Astuti mengisahkan, kalau malam kejadian itu suasana di lokasi sangat ramai, dan bahkan kendaraan roda dua diparkirkan sembarangan di jalan, di sekitar lokasi kejadian. Akibatnya, pihak petugas pemadam kebakaran jadi sulit menjangkau lokasi, apalagi jalan menuju lokasi kejadian sangat sempit. “Bisa dibilang, pas – pasan untuk mobil pemadam kebakaran (Damkar), ungkapnya di posko penampungan sementara,  di Jalan Mangga, Gang Jeruk, Kurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat.

Pas kejadian itu lanjutnya, kerumunan warga malah tidak menguntungkan bagi petugas damkar, karena warga yang memadati lokasi bukannya membantu, malah sibuk memfoto – foto peristiwa kebakaran yang melahap 10 rumah itu.

“Untung aja, petugas pemadam dari PT STTC dan Pemko Siantar sudah biasa menghadapi situasi seperti kemarin itu. Yah, saya lihat langsung bagaimana mereka berjuang memadamkan api, ”ungkapnya.

Tri Astuti, selaku kordinator posko pengungsian sementara. 

Dan menurutnya, api cepat membesar dan melahap rumah warga begitu cepat, karena pas kejadian, listrik tidak langsung dipadamkan.

Dia juga meluruskan, kalau penyebab terbakarnya rumah warga itu, bukan karena becak meledak, namun kuat dugaan karena hubungan arus pendek.

“Kita baca berita heran, kok dibilang karena becak meledak. Tapi biar lah petugas kepolisian nanti yang mengungkap penyebab yang sebenarnya,”katanya.

Baca juga: Dinas Sosial Serahkan Bantuan pada 10 KK, Korban Kebakaran di Jalan Mangga Siantar

Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Kota Siantar, Api Lahap 10 Rumah

Terkait korban, katanya, yang benar jumlahnya 10 Kepala Keluarga (KK) atau 42 jiwa dan umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Ada lah ini sopir, tukang cuci dan kuli bangunan, ujarnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, saat malam kejadian itu, pihak PT STTC menurunkan satu unit mobil damkar reaksi cepat dan Pemko Siantar 5 unit mobil damkar.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.