HETANEWS

Korban Kebakaran: Kami Semua ke Balige, Pesta Keluarga

Peristiwa kebakaran di Jalan Kotanopan, Sabtu (6/7/2019). (foto/gee)

Siantar, hetanews.com- Peristiwa kebakaran di Jalan Kotanopan, Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (6/7/2019) kemarin, ternyata pemilik rumah lagi tidak di rumah.

Penghuni rumah yang ditempati oleh tiga bersaudara itu, sedang pergi ke Kecamatan Balige, Kabulaten Tobasa, untuk menghadiri pesta pernikahan keluarga.

"Jumat malam kami berangkat pesta ke Balige. Ada saudara yang nikah di sana," kata pemilik rumah, Gunawan Sembiring, Senin (8/7/2019) siang saat ditemui di lokasi kejadian.

Rumah warisan orang tua itu, disikat dan ditempati oleh keluarga mereka. Sebagian lagi, disewakan sebagai usaha rumah makan dan warung kopi.

Ketika peristiwa itu terjadi, kata Gunawan, yang saat itu tinggal di rumah itu ialah keponakannya.

"Waktu kejadian itu yang tinggal dirumah anak adikku, lagi tidur pula, untung dibangun orang. Tiba - tiba ditelpon, pulang uda begini lah," kata Gunawan yang bekerja sebagai perangkai bunga ini.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Jalan Kota Nopan, Polisi Ungkap Begini

Seperti yang disampaikan pihak Kepolisian, penyebab kebakaran itu, kata Gunawan,  diakibatkan arus pendek. Kini mereka terpaksa mengungsi tinggal di rumah saudarinya.

"Setelah kejadian itu, tidur di rumah kakak di Siantar State. Besok rencanya nyari kost - kost'an lah," ucapnya.

Gunawan memperkirakan kerugian atas peristiwa tersebut mencapai ratusan juta. Itu hanya fisik bangunan rumah panggung yang terbuat papan saja.

Sebelumnya, pengusaha Warung Bambu, Nurliana (64), yang berada saat peristiwa kebakaran itu terjadi, mengakui, bahwa ia dan keluarganya baru saja datang dari Kota Pekanbaru.

"Kami aja baru datang dari Pekanbaru, sebelah itu, sebelah kiri rumah kami kan ada rumah panggung dari situlah apinya,"katanya saat peristiwa kebakaran itu terjadi.

Awalnya, ia tidak terlalu curiga. Pada saat itu, ia bersama tamu yang datang ke rumahnya. Lalu kemudian, ia mendengar ada seseorang memanggil seraya berteriak api.

Kemudian, suaminya Amir Nurhasan Saragih berupaya menyiram api yang mulai merempet ke warung mereka.

"Langsung datang bapak (suami,red), disiramnya pakai air, baru kami matikan listrik semua. Tapi apinya uda besar. Kalau kami memang saat itu gak jualannya," katanya.

Penulis: gee. Editor: gun.

Ikuti kami di Twitter, Instagram, Youtube, dan Google News untuk selalu mendapatkan artikel berita terbaru dari Heta News.