HETANEWS

Siti Ingin Hapus Anggapan Tanjungbalai Kota Mafia dan Narkoba

Tanjungbalai, hetanews.com - Seorang calon kepala daerah yang berpotensi memenangi hati rakyat salah satunya adalah kandidat tersebut setidaknya  memiliki modal besar dan memiliki popularitas serta dikenali rakyat selain mempunyai visi dan misi yang nyata dan menyentuh rakyat.

Dalam Pilkada 2020 Kota Tanjungbalai, Sumut, salah seorang kandidat telah menyatakan dirinya akan maju sebagai Walikota Tanjungbalai periode 2020- 2025.

Dia adalah Siti Fatimah, SH seorang praktisi hukum dan juga seorang pengusaha dalam bisnis supplier minyak ke serata Indonesia.

Pada bulan Agustus 2019 nantinya Siti Fatimah akan mendeklarasikan maju sebagai calon walikota 2020 - 2025 dari jalur independen.

Hetanews saat melakukan wawancara kepadanya pada minggu (7/7/2019) coba menyelami pemikirannya dan saat ditanya kenapa tiba- tiba ingin mencalonkan diri dalam kandidat Walikota Tanjungbalai, sementara dirinya orang luar dan belum dikenal oleh warga disini.

Ibu tiga anak ini menolak dikatakan bahwa dirinya orang luar,  karena ianya (Siti Fatimah) merupakan cucu Bahrum Damanik,  Walikota Tanjungbalai ke -7 masa jabatan 1975  - 1980.

Masa kecilnya Siti Fatimah menimba ilmu dari SD - SMA di Tanjungbalai yakni SD No 132407. SMP Sisingamangaraja dan SMA 1 Tanjung balai serta melanjutkan Ke Universitas Pancasila, Jakarta.

Setelah 25 tahun berada di Jakarta bersama keluarga, keinginan nya untuk pulang ke kampung dan memajukan kampungnya membuat dirinya bertekad bulat ingin maju dalam Kandidat Walikota Tanjungbalai.

"Selain itu adanya keinginan dari para tokoh masyarakat, akademisi dan aktivis di sini yang ingin saya maju sebagai calon walikota," ucap Siti Fatimah.

Ditanya apa programnya dalam memajukan masyarakat Tanjungbalai ini yang saat ini diselimuti faktor besarnya pengangguran, kemiskinan dan berleluasanya narkoba.

Siti Fatimah bercerita, pertama adalah karena Tanjungbalai adalah daerah pesisir dan rata- rata adalah nelayan maka  yang pertama sekali yang ia lakukan adalah mensejahterakan nelayan dengan cara memberi mereka kapal dan alat tangkap dan dengan sendirinya akan mengurangi penganguran.

Dia berjanji akan menyediakan 100 - 200 Kapal disesuaikan dengan keuangannya, namun pemberian kapal Ikan ini tidak diberikan secara cuma-cuma dan karena saya sebagai pengusaha maka saya terapkan sistem bagi hasil.

"Saya bukan Tipikal orang yang suka muluk- muluk dan menebar  janji dan pesona saat akan mencalonkan diri,  bagi saya janji adalah hutang dan itu akan ditanya oleh Allah SWT, ingat itu," ucapnya.

Bukan hanya itu, ianya juga akan mengkondisikan siapa yang akan menampung ikan- ikan dari nelayan ini, dirinya tidak mau ada sistem tengkulak yang selama ini merugikan nelayan.

Kita akan kasih modal untuk membayar ikan - ikan tersebut dan dijual lagi ke masyarakat, tidak seperti sekarang ini yang ikan kita di ekspor ke luar negeri sehingga di Tanjungbalai kekurangan ikan.

Siti Fatimah juga akan merubah kota Tanjungbalai yang semrawut dan kotor ini,  Lalu lintas yang semrawut (pengendara rata- rata tidak memakai helm), sampah yang berserakan dan dapat kita liat di sepanjang jalan protokol. Selain tata kelola kota yang akan jadi perhatiannya.

"Kita akan jadikan Tanjungbalai sebagai Kota Percontohan dan Kota Terbersih di Indonesia, bukan hanya bersih di dalam Piagam penghargaan saja"

Dengan bersih nya Kota Tanjungbalai dari segala hal maka dengan sendirinya akan terhapus anggapan orang luar selama ini yang mengatakan bahwa "Tanjungbalai adalah Kota Mafia dan Kota Masuknya Narkoba ke Indonesia".

Sebagai pemimpin dari Pemerintah Kota harus tegas dalam hal Lundup dan narkoba dengan menjalin kerjasama yang erat dan satu misi dan visi dengan aparat penegak hukum.

Kenapa Tanjungbalai bisa dijadikan pintu masuk Narkoba dan penyelundupan lainnya seperti Pakaian bekas atau Monza, menurut Siti karena Masyakarat di Tanjungbalai banyak menjadi pengangguran dan terjebak dengan narkoba.

Kenapa Tanjungbalai yang berada di pesisir dan dekat dengan negara Malaysia tidak mempunyai Pendapatan Asli Daerah (PAD), ucapnya keheranan.

Dirinya mempunyai strategi-strategi yang dapat mendongkrak PAD, misalnya menjadikan Kota Tanjungbalai sebagai kota wisata dan kota pendidikan. Hal ini merupakan Visi dan Misinya dalam memajukan Kota kelahirannya yang sudah ditinggalkannya selama 25 tahun.

"Saya sedih melihat kota kelahiran saya masih jauh ketinggalan dan bisa dikatakan kota termiskin tanpa PAD"

Jangan jadikan Tanjungbalai ini Kota Mati, mari kita majukan kota ini dan semuanya perlu kerjasama Pemerintah Kota dan Warganya, ajak Siti Fatimah.

Siti Fatimah berjanji dan mengatakan bahwa, sekali lagi tujuan saya ikut dalam pilkada Wali kota Tanjungbalai ini bukan untuk memperkaya diri dan korupsi,  saya seorang pengusaha Suplier  Minyak ke 17 Provinsi dan bagi saya harta saya sudah cukup untuk menghidupi keluarga saya," ucapnya.

Dia tidak ingin jabatan Walikota untuk ajang mencari kekayaan dan memperkaya diri sendiri.

Penulis: ferry. Editor: bt.