HETANEWS

Eksepsi Ditolak, Kuasa Hukum Pastikan Sofyan Basir Siap Hadapi Sidang Lanjutan

Sofyan Basir Jalani Sidang Tanggapan JPU KPK

Jakarta, hetanews.com - Majelis hakim Pengadilan Tipikor menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan mantan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dalam perkara dugaan suap pembangunan proyek PLTU Riau-1. Atas putusan sela hakim ini, perkara kasus ini akan berlanjut. Sofyan Basir, melalui kuasa hukumnya menyatakan siap menghadapi sidang lanjutan yang diagendakan pekan depan.

"Ya itu kan baru eksepsi ya. Jadi tadi semua dari delapan keberatan kami ditolak semua. Nah artinya, mungkin minggu depan itu akan dilakukan pemeriksaan pokok perkara. Saya kira kita lihat sajalah. Kita siap kok untuk mengcounter pembuktian dari penuntut umum," jelas kuasa hukum Sofyan, Soesilo Aribowo di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (8/7) siang.

Setelah majelis hakim menolak eksepsi, jaksa penuntut umum (JPU) KPK diminta untuk menghadirkan saksi pada sidang lanjutan pekan depan. Soesilo menyatakan siap mendengar keterangan dari para saksi yang akan dihadirkan JPU.

"Pada dasarnya kita akan siap menghadapi itu," jelasnya.

Dalam surat dakwaan, Sofyan Basir disebut memfasilitasi pertemuan pembahasan permufakatan jahat suap kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1, yaitu pertemuan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo. Dalam kasus ini, Eni dan Idrus menerima uang Rp 4,7 miliar dari Kotjo.

Dalam pengajuan eksepsi atas dakwaan JPU KPK, tim kuasa hukum keberatan terkait dengan penerapan Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP. Soesilo pun mengaku tidak puas dengan pertimbangan majelis hakim yang menolak eksepsi tersebut.

"Ada beberapa hal dari pertimbangan yang tentu kita tidak puas terhadap alasan-alasan itu. Tapi apapun sudah diputuskan kita tetap hormati keputusan majelis hakim," pungkasnya.

Majelis hakim juga menyampaikan, surat dakwaan JPU KPK dengan nomor 66/TUT.01.04/24/06/2019 tanggal 14 Juni 2019 yang pernah dibacakan dalam persidangan tanggal 24 Juni lalu sebagai dasar pemeriksaan atas Sofyan Basir dinyatakan sah. Atas keputusan ini, majelis hakim meminta agar JPU melanjutkan pemeriksaan perkara ini.

Hakim juga menilai, penerapan pasal dalam kasus ini tidak berlebihan dan tidak membuat dakwaan kabur, sebagaimana yang diuraikan tim kuasa hukum. Penerapan pasal dakwaan, menurut pendapat hakim, merupakan kewenangan JPU, bukan kewenangan majelis.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.