HETANEWS

Tewas Usai Dirawat Medis Akibat Dimassa, Orang Tua Terduga Pelaku Pemerasan Minta Anaknya Diotopsi

Terduga pelaku pemerasan, Marudut Tua Sinaga (22), terbaring lemas pasca diamuk sejumlah massa, di Jalan Diponegoro Pematangsiantar, Minggu (7/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Polres Siantar tengah melakukan penyelidikan terkait tewasnya seorang pria, bernama Marudut Tua Sinaga (22), usai dimassa, di Jalan Diponegoro, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (7/7/2019) dini hari.

Terkait tewasnya pria yang diketahui warga Panei Tongah, Kabupaten Simalungun ini, diduga sebagai pelaku pemerasan.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu, ketika dikonfirmasi, pada Minggu (7/7/2019) sore,  menyampaikan, saat ini pihaknya tengah mencari informasi tewasnya, Marudut Tua Sinaga.

"Saat ini masih penyelidikan. Informasi yang didapat ada korban pengeroyokan,"ujar Demak Ompusunggu melalui  telepon.

Terpisah, informasi yang dihimpun dan sebelum tewasnya Marudut, aksi pemerasan terjadi di depan Gedung Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka.

Aksi pemerasan tersebut diduga dilakukan  Marudut Tua Sinaga dan rekannya yang identitasnya tidak diketahui. Korban pemerasan tersebut, yakni pegawai Hotel Internasional, ketika sedang duduk-duduk di Lapangan Merdeka (Taman Bunga).

Diketahui, saat aksi pemerasan berlangsung, pelaku sempat menodongkan senjata tajam (Sajam) ke arah korban. Beruntung, aksi kedua pelaku gagal pasca warga mengetahui perbuatan kedua pelaku.

Diketahui, sebelum pelaku melakukan pemerasan dengan meminta uang korban, Frenky Satria dan temannya, dengan pisau. Pelaku terlebih dahulu berpura-pura kencing tak jauh dari tempat korban dan temannya duduk.

"Ditodongkan pisaunya sama ku, pelaku meminta uang. Karena bawa pisau aku lari ke Jalan Adam Malik. Pas ku lihat ada kayu, kuambil ku kejar balik lagi pelaku itu,"ucap Frengky ditanyai.

Melihat kerumunan warga begitu banyak, kedua pelaku pemarasan tersebut kabur. Hanya saja, Marudut Tua Sinaga (22) tertangkap warga, setelah kedapatan sembunyi di Jalan Diponegoro dan menjadi bulan -bulanan warga yang menangkapnya. Sementara rekan Marudut, berhasil kabur dan terhindar dari amukan massa.

Seperti dikatakan Kasat Reskrim, AKP Demak Ompusunggu, usai mendapat informasi ada korban pengeroyokan, personil SPKT Polres Siantar yang mendapat informasi tesebut turun kelokasi dan mengamankan Marudut dari amukan massa dan membawanya ke RSUD Djasamen Saragih.

Namun nahas bagi Marudut, berselang 30 menit kemudian, tepatnya pukul 04.30 WIB, Marudut meninggal dunia di ruangan aster tempat dirinya dirawat medis.

Setelah orang tua Marudut mendapat kabar dari pihak kepolisian, lalu mendatangi rumah sakit. Melihat anaknya tak bernyawa lagi, orang tua perempuan Marudut, br Sitanggang menolak untuk diformalin dan meminta dilakukan otopsi, pada jenazah putranya, karena tewas dimassa.

Penulis: hza. Editor: gun.