HETANEWS

Inilah Debt Collector yang Tarik Paksa Mobil di Tengah Jalan, Sudah Ditahan Polisi

Ferianta Sinulingga alias Sinulingga diduga kolektor yang ingin merampas mobil secara paksa di pinggir jalan karena tunggakan angsuran.

Medan, hetanews.com -  Polsek Delitua berhasil amankan seorang pria terduga debt collector yang mencegat dan mencoba merampas paksa mobil yang di tertunggak angsurannya di jalanan.

Salah seorang debt collector diketahui atas nama Ferianta Sinulingga alias Sinulingga (31) warga Jalan Mayang I Lingkungan III, Kecamatan Tuntungan, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Sinulingga diamankan setelah ia dan beberapa temannya nekat menarik paksa salah satu mobil yang diduga alami kredit macet alias menunggak.

Pria berperawakan plontos serta berkumis ini, kini harus rela di tahan di Polsek Sunggal.

Setelah berusaha menarik paksa mobil Datsun Go warna putih keluaran tahun 2016 BK 1239 VV milik Abdul Kadir.

Saat kejadian, mobil sedang dikemudian oleh korban bernama Putra Ramadona (31) warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Setia, Kecamatan Medan Maimun.

Setelah pelaku yang diamankan oleh petugas kepolisian dari Polsek Delitua yang saat itu kebetulan sedang berpatroli.

Pelaku kini telah dilimpahkan ke Polsek Sunggal, yang menjadi locus delicti atau tempat terjadinya peristiwa.

"Kami hanya menerima limpahan dari Polsek Delitua 1 orang tersangka dan kita proses lebih lanjut di Sunggal," kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, Minggu (7/7/2019).

"Menurut keterangannya mereka (para pelaku saat kejadian) adalah debt collector," sambungnya.

Menambahi pernyataan Kapolsek, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting membenarkan adanya pelimpahan kasus dan seorang pelaku dari Polsek Delitua.

Syarif menuturkan bahwa pelaku yang dilimpahkan, terancam Pasal 365 Ayat (1) jo Pasal 53 dan Pasal 170 KUHP.

Pelaku yang akrab dipanggil Sinulingga mengaku bekerja sebagai karyawan PT Olivia Jaya Nusantara (OJN).

"Jadi itu kejadiannya terjadi pada Jumat (5/7/2019) kemarin.

Pelaku bersama rekan kerjanya dari PT OJN mendapat tugas melakukan penarikan satu unit mobil Datsun Go," kata Syarif.

Pelaku bersama tujuh rekan kerjanya, menuju tempat wisata Airos Medan Tuntungan. Setelah korban keluar, pelaku berusaha untuk memberhentikan mobil tersebut.

Namun korban menghindar karena melihat pelaku bersama temannya ramai.

Korban tidak mau berhenti.

Lalu pelaku dan rekannya berusaha mengejar korban dan memberhentikan mobilnya di simpang Selayang.

Korban kembali menghindar dan akhirnya menyerempet sepeda motor pelaku. Pelaku bersama temannya, lanjut Syarif terus mengejar mobil korban.

Saat berada di Simpang Pemda, mobil yang dikendarai korban terjebak macet.

Momen itu dimanfaatkan pelaku beserta rekannya untuk mengadang mobil tersebut.

"Saat itulah, pelaku beserta rekannya memukul-mukul mobil sembari mengucapkan makian kepada korban.

Pelaku diduga memukul mobil agar korban mau keluar.

Karena tidak mau keluar, pelaku langsung melempari kaca mobil dan kap depan mobil dengan menggunakan batu,” ungkap Syarif.

Syarif menjelaskan bahwa akhirnya korban keluar dari mobil dan menemui pelaku dan menuduh korban melakukan tabrak lari.

Karena dituduh, korban juga membela diri dan mengatakan bahwa mobilnya mau dirampas pelaku beserta rekannya.

Beruntung saat itu melintas anggota polisi yang bertugas di Satuan Brimob.

Petugas tersebut langsung mengamankan pelaku dan membawa korban ke Pos Medan Selayang.

Korban akhirnya membuat laporan ke Polsek Delitua dengan bukti laporan polisi, LP/873/K/VII/2019/ SPKT/SEK DELTA, tanggal 05 Juli 2019.

Setelah petugas menindaklanjuti laporan tersebut, bahwa TKP masih berada di wilayah hukum Polsek Sunggal.

Sehingga Polsek Delitua melimpahkan laporan polisi ke Polsek Sunggal.

Untuk diketahui, sebelumnya dalam video amatir yang beredar, terdengar suara dari dalam mobil korban agar jangan membuka kaca dan sambil menyebut akan menelepon polisi.

Dari arah luar mobil, beberapa orang yang diduga debt collector mengancam agar mereka (korban) membuka pintu mobil guna dilakukan perundingan.

"Woi, keluar," teriak pria yang diduga debt collector leasing dari luar mobil.

Beberapa kali para pria yang menggunakan helm dan jaket diduga debt collector leasing memukul-mukul mobil.

Dari dalam kembali terdengar suara, mereka mengaku penumpang.

"Kami cuma penumpang bang," ucap salah seorang penumpang perempuan yang ketakutan.

"Keluar kau an***g," bentak salah seorang diduga debt collector.

"Woi mati aku makjang," jawab penumpang di dalam mobil.

Tak lama kemudian, sopir yang mengedarai mobil menelepon seorang teman untuk meminta tolong.

"Jar tolong kami Jar, tolong kami.

Dipukul-pukulin mobil ini, hancur ini Jar, mau merampok mereka," ucapnya dengan nada ketakutan.

                                                                     

sumber: tribunnews.com

Editor: gun.