Tebingtinggi, hetanews.com - Polres Tebingtinggi menggelar press release sejumlah kasus, di depan kantor Mapolres setempat, Sabtu (6/7/2019), pukul 11.00 WIB.

Tampak Kapolres, AKBP Sunadi, di dampingi Kasat Narkoba, AKP M Nainggolan,  Wakapolres, Kompol R Manurung, Kasubbag Humas, Iptu J  Nainggolan dan Kabag Ops Polres Tebingtinggi.

Petugas menghadirkan 4 pelaku Narkoba yang berhasil ditangkap Sat Narkoba Polres Tebingtinggi.

"Release ini dimaksud untuk menjadikan pelajaran bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, bahwa Polri tidak main - main dalam mengungkap dan menghukum para pengedar dan pemakai Narkoba, di Indonesia, khususnya di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, "tegas Kapolres.

Semua pelaku yang ditangani penyidik Sat Reskrim dan Satres Narkoba dilaksanakan secara profesional transparan dan akuntabel, tambahnya.

Kasat Narkoba, AKP M Nainggolan dalam press release tersebut, memaparkan, bahwa dari 4 pelaku yang dingkap, yaitu salah seorang bandar narkoba, berinisial SN (44), warga jalan T Imam Bonjol, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir.

Tersangka dibekuk pada Senin (20/5/2019), lalu, pukul 14.00 WIB, di rumah pelaku, dengan barang bukti, 1 buah kaleng rokok warna merah yang berisikan 3 bungkus plastik klip transparan berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat bersih 3,1 gram, 1 buah kaca pirex dan 2 buah mancis warna biru yang satunya terpasang jarum.

Ke empat pelaku Narkoba, saat diperlihatkan petugas, Sabtu (6/7/2019). (Foto/WH)

Tersangka SN, dipersangkakan dengan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, jelasnya.

Lanjutnya, sedangkan penjual narkoba, berinisial TP (47), warga jalan Purnawirawan, Kelurahan Damar Sari, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Tersagka ditangkap pada hari Kamis (20/6/2019), lalu, pukul 02.00 WIB, di salah satu rumah di lokasi alamat yang sama, dengan barang bukti 1 bungkus plastik yang berisikan serbuk kristal diduga sabu dengan berat bersih 1,12 gram dan seperangkat alat hisap sabu (bong).

Tersangka dipersangkakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun, ujarnya.

Kemudian, pada hari Senin (20/5/2019), masih kata Kasat, petugas mengamankan perantara, berinisial MW (35), warga jalan Letda Sujono Lk II, Kelurahan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi. Pelaku ditangkap di dalam sebuah rumah di alamat yang sama, dengan barang bukti, 1 buah alat hisap sabu (bong), 1 buah kotak rokok Sampoerna Mild yang berisikan 3 bungkus plastik transparan kecil yang berisikan serbuk diduga sabu dengan berat kotor 1,30 gram dan 1 buah mancis gas yang terpasang jarum suntik.

Pelaku MW, dipersangkakan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, tegasnya.

Dan pelaku ke empat, ditangkap pada hari Selasa (18/6/2019), lalu, sekitar pukul 00.30 WIB, di jalan Bukit Tempurung, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi. Pelaku merupakan pengguna, berinisial MI (45), warga jalan Bukit Kubu, Lk I, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, dengan barang bukti, 1 bungkus plastik kecil berklip yang berisikan serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat 0,16 gram, 1 buah pipet plastik berbentuk skop (sendok sabu) dan 1 buah mancis gas.

Pelaku dipersangkakan pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara, akhir Kasat Narkoba dalam press releasenya.