HETANEWS

Syech Ali Akbar Marbun tak Setuju Pembentukan Provinsi Tapanuli

Tokoh Nasional Indonesia, Tn Syech Ali Akbar Marbun, saat menghadiri acara pesta syukuran akbar PTMI di Bakkara, Sabtu (6/7/2019). (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Tokoh Nasional, Tn Syech Ali Akbar Marbun, tak setuju pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap).

Hal itu dikatakannya saat memberikan sambutan, di acara syukuran akbar Parsadaan Toga Marbun Indonesia (PTMI) se Dunia, di Bakkara, Kecamatan Baktiraja,  Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (6/7/2019).

Ditegaskan Ali Akbar, dirinya menginginkan hadirnya Provinsi Tanah Bata,k bukan Protap. Ia menilai nama Provinsi Tanah Batak, lebih tepat, karena mengandung nilai yang lebih cultur.

"Provinsi Papua bisa, Provinsi Maluku bisa, dan lain-lain.  Terus,  kenapa kita tidak bisa? Provinsi Tanah Batak jauh lebih tepat,"sebut Ali Akbar, di hadapan ribuan orang yang hadir.

Ia menambahkan, sebagai Suku Batak harus bangga pada diri sendiri. Meski terdiri atas beberapa agama dan kepercayaan, Ali Akbar, meminta agar semua bisa bersatu dalam wadah Provinsi Tanah Batak.

Untuk diketahui, wacana pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) saat ini kembali mengemuka. Setelah sempat terhenti selama 1 dekade, sejak unjuk rasa pendukung Protap yang mengakibatkan meninggalnya Azis Angkat, Ketua DPRD Sumut saat itu pada 2009,  kini kembali lagi digaungkan, di seluruh penjuru Tapanuli.

Baca juga: Dihibur Artis Ibu Kota, Syukuran Akbar Parsadaan Toga Marbun Indonesia Digelar di Bakkara Hari Ini

Sebenarnya, saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, RUU Pembentukan Provinsi Tapanuli telah disahkan DPR dalam sidang paripurna, pada Kamis, 24 Oktober 2013, bersaman dengan RUU Provinsi Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hataran dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing. Pengesahan RUU dua provinsi dan 2 kabupaten di Sumut itu, merupakan bagian dari RUU 65 Daerah Otonomi Baru (DOB).

Cakupan Wilayah Provinsi Tapanuli sesuai RUU tersebut terdiri Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Soal ibu kota Provinsi Tapanuli saat itu juga masih dalam perdebatan, antara Siborongborong di Tapanuli Utara atau Kota Sibolga.

Namun, perjuangan membentuk Provinsi Tapanuli ini terhenti terkait demonstrasi berbuah kerusuhan di Gedung DPRD Sumut yang berujung tewasnya ketua dewan, Azis Angkat pada 2009. Selain itu, ada kebijakan pemerintah pusat menghentikan sementara (moratorium) pembentukan daerah baru. Moratorium itu hingga kini belum dicabut.

Penulis: rachmat. Editor: gun.