HETANEWS

Jalan Desa Marjanji Memprihatinkan, Kades Dituding Tidak Memprioritaskan Jalan Rusak

Jalan penghubung antar dusun di Desa Marjanji, yang sangat memprihatinkan. (foto/dmk)

Sergai, hetanews.com - Pengelolaan dan penggunaan Dana Desa (DD), di Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), diduga tidak menggunakan prinsip skala priorotas dan terkesan ada unsur kepentingan, tanpa mengutamakan kebutuhan masyarakat luas. Pengelolaan dan penggunaan DD dinilai  "aneh" dan tidak tepat sasaran.

Seperti halnya pembangunan rabat beton di Dusun 13 Hutalambir Desa Marjanji. Jalan tersebut tepat di depan rumah Leman Sinaga, Kepala Dusun setempat. Padahal, jalan tersebut masih layak dan tidak "harus" dibangun. Sebab masih ada akses jalan yang lebih vital tetapi sudah hancur total dan sangat memprihatinkan, karena terputus tergerus longsor.

Dengan kondisi jalan yang "darurat" tersebut, sudah selayaknya   diperbaiki, karena sudah diusulkan masyarakat.

Karena jalan tersebut  rusak parah, sehingga sulit untuk dilalui masyarakat.  Padahal, jalan tersebut satu-satunya penghubung dari Dusun 13 Hutalambir ke dusun lain, seperti Dusun Bangun Jawa dan ke Kantor Desa Marjanji.

"Iya itu jalan protokol (utama) penghubung untuk ke Kantor Desa, Iya belum diperbaiki, dibiarain aja. Selaku masyarakat heran juga saya, kenapa jalan rusak dibiarkan, jalan yang bagus dibagusi, dibangun rabat beton, “ucap masyarakat yang tidak ingin namanya ditulis.

Dengan terputusnya jalan tersebut, masyarakat yang hendak keluar untuk urusan ke Kantor Desa ataupun mengangkut hasil pertanian melalui jalan tikus (jalan setapak) yang sempit, curam dan terjal, melintasi perkebunan dan ladang milik warga.

Ironisnya lagi, jika ada masyarakat yang mengalami sakit yang akan dirawat ke Puskesmas Sipispis, masyarakat harus rela memutar arah dan menempuh jarak yang berkilo meter jauhnya.

Kepada hetanews.com, Leman Sinaga, Kepala Dusun (Kadus) Dusun 13, Desa Marjanji, Kamis (4/7/2019) menjelaskan, hal tersebut sudah pernah diusulkan, tetapi entah kenapa hingga saat ini usulan masyarakat tersebut belum ditindak lanjuti.

Dan soal mana yang akan dibangun, menurutnya, itu bukanlah wewenangnya.

"Itu manalah aku tahu, itukan bukan wewenang ku,"jawab Kadus.

Sementara itu, Kepala Desa Marjanji, H Rizal Purba saat dikonfimasi Hetanews.com via aplikasi WhatsApp, Jumat (5/7/2019) tidak menjawab, mesti pesan telah dibaca dan diceklis dua berwarna biru.

Penulis: dmk. Editor: gun.