HETANEWS

Dihibur Artis Ibu Kota, Syukuran Akbar Parsadaan Toga Marbun Indonesia Digelar di Bakkara Hari Ini

Tugu Toga Marbun di Bakkara, tempat acara syukuran akbar PTMI diselenggarakan. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Partangiangan Bolon (Syukuran Akbar) Parsadaan Toga Marbun Indonesia (PTMI), dilaksanakan mulai hari ini, pukul 16.00 WIB, dan puncaknya adalah besok (Sabtu 6/7/2019), di Bakkara, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.

Kepada hetanews.com, Jumat (5/7/2019), Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP PTMI dan Kordinator  Publikasikasi Pesta Syukuran Partamiangan Bolon Marbun se dunia,  Alofsen Marbun SH, melalui Koordinator Publikasi Khusus Bonapasogit, Jannus Lumban Batu, mengatakan, bahwa dimensi pertama kegiatan ini merupakan pengejewantahan dari program kerja DPP PTMI periode kerja 2016 - 2021 dalam rangka membangun persatuan dan kesatuan Toga Marbun.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keturunan Toga Marbun (anak, boru, bere dan ibebere) di seluruh dunia akan saling mengenal dan semakin mencintai Toga Marbun. Dengan kenal dan mencintai, maka keturunan Toga Marbun semakin bangga dan rindu akan keberadaan Toga Marbun, sebagai komunitas sekaligus elemen masyarakat Indonesia dan warga dunia,"sebut Jannus.

Dipaparkan Jannus, dalam perspektif agama, Partangiangan Bolon PTMI 2019 merupakan kegiatan pemuliaan Tuhan  dengan memuja, memuji dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala anugerah kasih sayang yang telah diberikan kepada setiap Keturunan Toga Marbun.

Toga Marbun meyakini segala hal kebaikan, nikmat, kesehatan, kemajuan, keberhasilan, kesuksesan dan kebahagiaan yang dirasakan semuanya berasal dari Tuhan. Bersyukur, sekaligus memohon kepada Tuhan, supaya seiring kemajuan, tantangan dan kesempatan jaman setiap keturunan Toga Marbun akan semakin maju, unggul dan berperan positif sebagai solusi dalam kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan Negara, katanya.

"Sedangkan dari sudut pandang sosiologis, Partangiangan Bolon PTMI 2019 menjadi media evaluasi terhadap kebersamaan dalam pertalian darah. Semakin banyak yang hadir, maka dapat diartikan antusias dan kerinduan diantara keturunan Toga Marbun semakin baik (ditargetkan  yang hadir 3000 orang). Sebaliknya, apabila hanya sedikit yang hadir dapat dimaknai bahwa ada hal yang harus ditata dalam kehidupan diantara keturuan Toga Marbun,"tambahnya.

Acara tersebut, sambung Jannus, erat kaitannya dengan perlindungan budaya dan adat Batak. Kegiatan ini merupakan bagian dari metode intenalisasi budaya dan adat Batak kepada keturunan Toga Marbun.

Melalui rangkaian acara, pakaian, bahasa, protokoler, perlengkapan acara, prosesi dan tempat kegiatan menjadin bentuk dari pemajuan budaya dan adat Batak. Pemajuan budaya dan adat Batak dimaksud khususnya kepada generasi penerus keturunan Toga Marbun sebagai pengemban perlindungan budaya dan adat Batak di masa depan.   

"Dari paradigma pendidikan Partangiangan Bolon/Syukuran Raya PTMI 2019 menjadi bagian dari pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal guna mengembangkan kerjasama, toleransi, kemandiran, berorganisasi,  pemberdayaan dan kebangkitan.  Dengan kegiatan ini keturunan Toga Marbun bisa mengorganisir dirinya sendiri  saling bekerjasama, memikul beban secara gotong royong, saling memahami satu sama lain walau beragam dalam banyak hal dan memotivasi dirinya untuk lebih maju,"terang Jannus lebih jauh.

Dilanjutkan Jannus, partangiangan ini juga diharapkan menjadi bagian dari promosi pariwisata budaya Batak  dan alam lembah Bakara sebagai tempat kegiatan. "Sebagaimana kita ketahui budaya Batak merupakan salah satu budaya yang eksotik dari tar tortor, alat musik gondang sabangunan demikian juga dengan prosesi adat. Keindahan lembah Bakara luar biasa,  maka sangat luar biasa Raja Sisingamangaraja I sampai XII menjadi Bakara sebagai Pusat Pemerintahan  Kerjaaan Batak,"ujarnya lagi.

"Menurut sejarah yang diterima keturunan Toga Marbun, Marbun sebagai salah satu marga besar (ada 6 marga dominan di Bakara dikenal dengan sebutan sionom ompu) mempunyai peran dan menjadi bagian penentu tata penyelenggaraan Batak pada jamannya, “sambungnya.   

Menurut Jannus, Partangiangan Bolon PTMI 2019 juga merupakan bagian dari promosi dan pengenalan keturunan Toga Marbun secara lokal, nasional internasional. Melalui kegiatan ini  seiring dengan perkembangan teknologi informasi diharapkan Toga Marbun akan terpublikasi untuk lingkup lokal, regional, nasional dan dunia, katanya.

"Sebenarnya, mulai hari ini, acara sudah di mulai. Artis-artis ibu kota bakal manggung mulai pukul 16.00 WIB,"tutupnya.

Penulis: rachmat. Editor: gun.