HETANEWS

10 Brimob yang Pukuli Pria di Kampung Bali Ditahan 21 Hari

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (tengah). (Bil Wahid)

Jakarta, hetanews.com - Polri memberikan sanksi terhadap 10 anggota Brimob yang memukul seorang warga di Kampung Bali, Jakarta Pusat. Mereka yang terlibat dihukum kurungan 21 hari.

"Ada 10 anggota yang sudah diproses dilakukan pemeriksaan dan saat ini sudah menjalani sidang disiplin. Dari 10 anggota tersebut nanti akan dijatuhi hukuman hakim, hukuman disiplin berupa penahanan di ruang khusus selama 21 hari," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019).

"Nanti akan melaksanakan hukumannya setelah anggota tersebut kembali ke Polda setempat dan tentunya ada pelanggaran, ada sanksi administrasi lainnya," ujarnya.
Dedi mengatakan anggota Brimob itu merupakan anggota Brimob Nusantara yang diperbantukan ke Polda Metro Jaya. Hukuman itu akan dijatuhkan saat mereka kembali ke satuan masing-masing.

Polri memang mendatangkan pasukan Brimob Nusantara dari sejumlah daerah untuk menjaga Ibu Kota, khususnya Istana Negara, KPU dan Bawaslu pada 21-22 Mei lalu. Kini, pasukan Brimob Nusantara tengah dalam proses pemulangan, termasuk satuan Brimob yang menganiaya pria di Kampung Bali.

Menurut Dedi, setelah satuan Brimob itu kembali ke wilayah kesatuannya, proses penindakan internal akan dilanjutkan oleh kesatuan di daerah.

Penganiayaan oleh sejumlah personel Brimob itu terjadi di Kampung Bali pada 23 Mei pagi, di tengah momen kerusuhan di sejumlah wilayah. Kejadian ini muncul dalam sebuah video dan kemudian menjadi viral. 

Seorang pria yang ditahan polisi, Andri Bibir, menyatakan dia adalah orang yang dianiaya dalam video itu. Andri mengaku dikejar Brimob karena kedapatan menyiapkan batu untuk para perusuh.
 

sumber: detik.com

Editor: sella.