Tebingtinggi, hetanews.com - Terbukti bersalah di depan persidangan PN Tebingtinggi, majelis hakim yang diketuai Albon Damanik SH dkk, menjatuhi hukuman 5 tahun penjara terhadap terdakwa Zulham Sihombing, Rabu (3/7/2019).

Pekan lalu, jaksa penuntut umum (JPU), Okta Ginting SH, menuntut terdakwa 6 tahun penjara. Terdakwa merupakan sopir box pembawa kue.

Diakui terdakwa Zulham Sihombing (37), dia mengkonsumsi sabu, pada sidang yang digelar, Rabu (12/6) lalu, di PN Tebingtinggi.

Dan saksi korban tidak bisa hadir dalam persidangan, karena sedang berobat kampung.

Dam jaksa, Juni Telambanua SH dan Okto SH, beserta mejelis hakim, Albon Damanik SH, tetap melanjutkan sidang, dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Saat memberikan keterangan di persidangan, Zulham Sihombing, mengakui menggunakan narkoba jenis sabu, seminggu sebelum membawa truk.

Foto saat laka lantas, beberapa  bulan yang lalu. (foto/wh)

Zulham menceritakan, pada Jumat, 8 Maret 2019, lalu, dia mengendarai truk colt diesel nopol D 8828 WD, bertabrakan dengan sepedamotor Yamaha Jupiter MX Nopol BM 4881 SS, tepatnya di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi.

Kecelakaan itu mengakibatkan 3 orang penumpang sepedamotor atas nama, Siti Latifah (7) dan adiknya bernama Lutfi (3), meninggal dunia di lokasi kejadian dan Zulpikar (27), meninggal keesokan harinya.

Pria warga Jalan Banten, Lingkungan VII, Kelurahan Badak Bejuang ini mengaku, mengendarai truk dengan kecepatan tinggi, datang dari arah Siantar menuju Tebingtinggi. Waktu itu, dia mengantuk, sehingga hilang kendali dan truk yang dikemudikannya masuk ke jalur badan jalan sebelah kanan, dengan arah yang berlawanan dan tiba-tiba dari Tebingtinggi menuju Pematangsiantar, datang sebuah sepeda motor Jupiter MX nopol BM 4881 SS yang dikendarai Zulpikar (27), warga Jalan Pulau Samosir, Lingkungan I, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi. Zulfikar, berboncengan bersama istrinya, Alif (23) dan kedua anaknya, Siti Latifah dan Lutfi.