HETANEWS

Laka Lantas yang Menewaskan Mahasiswi Sultan Agung, Polisi Ungkap Kronologis Kecelakaan

Suasana haru Henni Ginting menangisi jenazah adiknya disaat dosen dan rekan-rekan satu kuliah korban memberikan doa, sebelum keberangkatan ke rumah duka, Selasa (2/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Kecelakaan lalu lintas di Jalan H Adam Malik, tepatnya di persimpangan empat Jalan Suprapto, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (2/7/2019) siang, membuat mahasiswa dan dosen Sultan Agung, berduka.

Salah seorang mahasiswi Sultan Agung meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Beat  BK 3592 WAE, yang dikendarai Poibe Sinaga (20), warga Jalan Kesatria, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, berboncengan dengan Emme Ninta Ginting (22), warga Desa Kedeberek, Kecamatan Tiga Lingga (Sebelumnya disebut Tiga Binanga), Kabupaten Dairi, meninggal dunia (MD) di TKP kontra dump truk BK 9469 CC yang dikendarai Suriyona (36), warga Tanjung Pinggir," ujar Kanit Laka Lantas, Aipda Marojahan Nainggolan saat dikonfirmasi.

Lanjut Marojahan Nainggolan, sebelum kecelakaan, sepeda motor yang dikendarai Poibe Sinaga yang berboncengan korban, datang dari arah Jalan Suprapto melintasi simpang empat Jalan Adam Malik, menuju arah Jalan MH Sitorus.

Baca juga: Kecelakaan yang Menewaskan Mahasiswi Sultan Agung, Ini Penuturan Supir Truk

Sementara, truk yang dikendarai Suriyono, datang dari arah Jalan Rajamin Purba melintasi simpang Jalan Adam Malik, simpang empat Jalan Suprapto menuju arah Jalan MH Sitorus.

"Terjadinya kecelakaan, diduga akibat kelalaian pengendara sepeda motor pada saat melintasi di simpang empat yang tidak diatur oleh rambu - rambu lalu lintas tidak memberikan hak utama kepada kendaraan yang datang dari sebelah kiri jurusannya, sehingga terjadi tabrakan," pungkas Aipda Marojahan Nainggolan.

Amatan hetanews.com, usai dibersihkan di ruangan forensik RSUD Djasmen Saragih, jenazah korban akan dibawa kerumah duka, di Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi.

Sebelum diberangkatkan dengan mobil ambulance, dosen serta para rekan korban mendoakan jenazah korban. Selain itu, rekan satu kuliah korban juga menyampaikan belasungkawa.

Penulis: hza. Editor: gun.