HETANEWS

Galian C Ilegal Marak di Kaki Bukit Dolok Nabolon, Jalanan Desa Babak Belur

Tampak kondisi jalan Desa Pardomuan yang 'babak belur' karena kerap dilalui truk galian C. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Ruas jalan penghubung Desa Pardomuan dengan Desa Marade, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, mengalami rusak parah.

Jalan milik kabupaten itu 'babak belur', karena kerap dilalui truk galian C yang mengangkut pasir yang dibawa ke Doloksanggul dan bahkan ke kabupaten tetangga.

Pantauan hetanews.com, Selasa (2/7/2019), lapisan jalan aspal sudah banyak yang mengelupas. Sejumlah lubang besar menganga juga terlihat di badan jalan, sehingga  pengendara yang melaluinya haruslah ekstra hati-hati.

Kerusakan terparah terlihat di Simpang Tiga Pardomuan, tepatnya di tanjakan dekat salah satu tower milik salah operator selular berdiri. Kondisi jalan kopak-kapik tersebut berlanjut hingga sejauh 3 km ke arah pemukiman warga.

"Kondisi itu (jalan rusak) sudah sangat meresahkan kami. Selain memperlambat warga dalam beraktivitas, keadaan ini juga sudah mengancam nyawa kami,"kesal seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Disambungnya, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses mereka menuju desa lainnya. "Bahkan untuk ke pusat Doloksanggul pun kami hanya bisa melewati ini. Tak ada jalan lain,"imbuh warga itu.

Hal yang sama juga disebutkan salah satu warga lainnya. Pria setengah baya yang juga enggan menyebutkan namanya ini juga menyesalkan tindakan  para sopir truk yang kerap membawa muatan berlebih dari jalan tersebut.

Ia meminta agar pihak Pemerintah Daerah dapat melakukan tindakan tegas. Sebab selain merusak jalan, kata dia, sejumlah galian C yang berada di kaki bukit Dolok Nabolon adalah ilegal.

Di samping berimbas pada jalan, lanjut warga itu, gegara galian C tersebut, potensi kerusakan lingkungan juga akan semakin tinggi. Karena penambang pasir itu disebutkannya nekad melakukan aksinya di sepanjang hamparan  kaki bukit Dolok Nabolon. Akibatnya, sejumlah titik di lereng perbukitan itu kerap mengalami longsor.

"Lihat saja ke jalan dekat jurang  Hassiritan sana, jalan itu nyaris putus. Tiap saat pasti ada longsor. Itu disebabkan di bagian hulu jurang tersebut sudah dikeruk dari sejak beberapa tahun lalu,"ujar warga itu kembali.

Ironisnya, menurut pengakuan warga itu, pelaku penambangan pasir ilegal itu masih merupakan warga Desa Pardomuan. Sehingga ada rasa sungkan bagi warga tersebut untuk mengingatkan lantaran masih ada hubungan kekeluargaan.

"Jujur saja, kami masih ada tali kekeluargaan sehingga saya segan melarangnya secara langsung. Jadi nama saya tolong jangan di catat ya Lae,"sambungnya.

Kendati begitu, kata dia, kepentingan umum jauh lebih utama  dibandingkan kepentingan perorangan atau kelompok. Sehingga ia meminta agar pihak dinas terkait dari Pemda maupun kepolisian, mampu menertibkan aktivitas ilegal itu.

"Jangan nanti Pemkab yang disalahkan terus-terusan. Padahal jujur saja, jalan kami baru saja di aspal tahun kemarin. Ini rusak cepat karena truk galian itu. Jadi kami berharap pihak yang berkapasitas dalam hal ini supaya cepat tanggap,"pintanya kembali.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Humbahas belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: rachmat. Editor: gun.