HETANEWS

Adiknya Tewas Kecelakaan, Kakak Korban: "Baik Kali Adek Ku Itu Tuhan…, Mau Bilang Apa Aku Sama Mamak..”

Henny Ginting (baju coklat), kakak korban, Emme Ninta Gingting menangis atas kepergian adiknya, Selasa (2/7/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Dua unit kendaraan terlibat kecelakaan, yakni truk BK 9469 CC pengangkut tanah dan  sepeda motor Honda Beat warna putih BK3592 WAE, di Jalan H Adam Malik, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (2/7/2019), ukul 13.00 WIB.

Akibat tabrakan itu, salah seorang pengendara sepeda motor, Emeninta Ginting (20), warga Desa Kedeberek, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Dairi, yang berstatus mahasiswa Sultan Agung, tewas mengenaskan dengan kondisi kepala pecah. Diduga korban dilindas ban truk yang dikemudikan oleh Suryono (32).

Sementara rekan korban yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni, Poibe Sinaga (20), dilarikan ke Rumah Sakit Tiara, guna mendapat perobatan medis.

Sementara itu, rekan korban, Sonya Purba (19), mengatakan,  mereka tidak bersama lagi setelah pulang dari kampus. Dirinya juga tidak mengetahui arah tujuan sahabatnya itu setelah pulang kuliah.

Baca juga: Mahasiswanya Tewas Kecelakaan, Dosen Sultan Agung dan Teman Kuliah Korban Padati Ruangan Forensik

"Tadi kami pisah setelah selesai dari kampus. Gak tau aku, dia mau kemana bang," ujar Sonya.

Dikatakan Sonya, dia mengetahui kejadian yang menimpa temannya itu saat melintas dari lokasi kejadian.

“Melihat di lolasi kejadian ramai, saya pun berhenti dan melihat. Namun tidak disangka, yang saya lihatnya, ternyata teman saya dalam posisi sudah ditutupi Koran,”ujarnya sedih.

"Aku kan tadi pas lewat. Kulihat ramai-ramai, aku kan pengen tahu. Ternyata kawanku satu kelas," katanya lagi saat ditemui di RS Tiara.

Terpisah, di ruang forensik, seorang wanita yang diketahui adalah kakak korban, Henny Ginting, warga Panei Tongah, Kabupaten Simalungun,  yang bekerja di ruang ICU Rumah Sakit Vita Insani, tampak menangis histeris, saat mengetahui adiknya tewas kecelakaan.

"Kakak apanya aku ini. Kenapa secepat itu kau diambil Tuhan. Baik kali adek ku itu Tuhan. Kenapa aku kek gini Tuhan, gak ada lagi kawan ku di rumah. Kenapa dia naik kereta, padahal sudah kubilang jangan naik kereta. Mau bilang apa aku sama mamak," ungkapnya.

Penulis: hza. Editor: gun.