HETANEWS

Tongam: Saya Rasa Memang Walikota Engga Mau Pilkada 2020

Ilustrasi.(Foto/Net)

Siantar, hetanews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan daerah mana saja yang mengikuti Pilkada yakni sekitar 270 Kabupaten/Kota dimana Siantar ikut didalamnya.

Untuk mengechek hal tersebut kemudian DPRD Kota Siantar mencoba mencari kepastian hal tersebut, salah satu anggota DPRD Siantar yang ikut, Tongam Pangaribuan mengatakan awalnya mereka bertanya kepada Biro Otda Pemprovsu.

"Sebelum kami ke Kemendagri, kami sebelumnya ke Biro Otda Provinsi, mereka memang menyebutkan kemungkinan Pilkada kita 2024, tetapi mereka menyarankan agar tetap ditampung anggarannya," sebutnya, Selasa (02/07/2019).

Tak puas, kemudian mereka berangkat ke Kemendagri, dan berdasarkan keterangan dari Kemendagri kata Tongam bahwa Siantar masuk dalam Pilkada 2020.

"kemudian kami ke Kemendagri mereka bilang kalau kita Pilkada 2020,berdasarkan hasil rapat mereka dengan KPU RI," sebutnya.

Ditanya bagaimana surat dari Kemendagri dari Dirjen Otda yang menyebutkan Pilkada Siantar adalah 2024, Tongam menyebutkan jika Kemendagri akan kembali menyurati Pemko Siantar.

"Dan mereka bilang akan kembali menyurati Gubernur tembusan ke Pemko dan DPRD untuk menyebutkan Pilkada kita 2020," katanya.

Terkait surat Pemko Siantar yang sepertinya enggan membahas anggaran bersama KPU, Tongam menduga Walikota tidak menginginkan Pilkada 2020.

"Saya rasa memang walikotanya tidak mau Pilkada 2020," katanya.

Tongam menyebutkan jika saat ini DPRD Siantar sedang menunggu surat dari Kemendagri sebelum membahas Kuappas untuk P-APBD Kota Siantar.

"Jadi kami menunggu surat dari Mendagri itu, karena kita kan mau membahas KUAPPAS agar bisa kita anggarkan di P-APBD sebahagian dulu baru nanti di APBD," jelasnya.

Penulis: tom. Editor: tom.