HETANEWS

Wali Kota Harus Tagih Pembayaran Ganti Rugi Tanah Pasar Sakti Rp.3,766 Milyar

Ketua Komisi III DPRD Kota Tebingtinggi, Pahala Sitorus, Selasa (2/7/2019). (Foto/WH)

Tebingtinggi, hetanews.com-Masri Budiman dan Sastra Wijaya, selaku ahli waris Eng Tjiang Seng, harus mengembalikan semua yang telah diterimanya kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi atas ganti rugi Tanah Pasar Sakti, sebesar Rp. 3.766.824.000.

Hal itu  dikatakan Ketua Komisi III DPRD setempat, Pahala Sitorus kepada hetanews.com, Selasa (2/7/2019).

Pahala menjelaskan, sesuai surat pernyataan pelepasan hak atas tanah dengan ganti rugi, dibuat pada tanggal 21 Januari 2002 oleh Masri Budiman dan Sastra Wijaya, bertindak atas nama seluruh ahli waris, Eng Tjiang Seng menyatakan, sebidang tanah seluas 17.435 M2 adalah milik Eng Tjiang Seng, berdasarkan Sertifikat Hak Pakai nomor 1 tahun 1969/Bandar Sakti. Dan jika ada pihak lain menyatakan, tanah itu miliknya dan ternyata benar menurut bukti yang dikemukakan, maka ahli waris harus mengembalikan semua yang diterimanya kepada proyek pembayaran ganti rugi tanah Pasar Sakti. Jika ahli waris ingkar, maka Pemko menyampaikan kepada yang berwajib untuk penyelesaiannya, ujarnya.

Lanjut Pahala, Pemko Tebingtinggi dapat meminta bantuan pihak Kejaksaan selaku Pengacara Negara untuk mengambil kembali uang Pemko yang dibayarkan kepada ahli waris, Eng Tjiang Seng sebesar Rp.3.766.824.000, supaya tidak terjadi kerugian keuangan Negara, karena penerima ganti rugi orang yang tidak berhak.

Kalau Wali Kota tidak segera menagih pembayaran ganti rugi tanah Pasar Sakti, saya segera melaporkan ahli waris, Eng Tjiang Seng kepada Aparat Penegak Hukum (APH), karena telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.3.766.824000. Ini sudah masuk ranah KPK, tegas Pahala.

Penulis: wh. Editor: gun.