HETANEWS

Beasiswa LPDP Tahun 2019 Magister-Doktoral Resmi Dibuka

Beasiswa LPDP. (int)

Jakarta, hetanews.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran program beasiswa pendidikan Indonesia (BPI) tahap kedua untuk program magister dan doktoral per hari ini, Senin (1/7).

Mengutip laman resmi LPDP, periode pendaftaran beasiswa LPDP tahun 2019 akan berlangsung hingga 10 September 2019. Adapun proses seleksi administratif, seleksi berbasis komputer hingga wawancara akan diselenggarakan pada 11 September 2019 hingga 18 Desember 2019.

Jenis beasiswa LPDP tahun 2019 untuk kampus luar dan dalam negeri pada tahap kedua ini lebih banyak dari beasiswa tahap pertama yang sudah ditutup pada bulan Juni lalu. 

Di antaranya adalah beasiswa Reguler, Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia, Daerah Afirmasi, Alumni Bidikmisi, Prasejahtera Berprestasi, Santri, Penyandang Disabilitas, Unggulan Dosen Indonesia (khusus kampus luar negeri), PNS, TNI, POLRI, Olimpiade Internasional, Dokter Spesialis (khusus kampus dalam negeri), Disertasi, dan beasiswa Indonesia Timur.

Seleksi beasiswa LPDP 2019 tahap kedua diberlakukan untuk perkuliahan paling cepat pada bulan Januari tahun 2020. Sementara untuk tahap proses administrasi, peserta harus memenuhi kelengkapan dokumen dan jika lulus akan disampaikan lewat akun pendaftaran online dan lanjut ke tahap seleksi berbasis komputer. 

Pengambilan keputusan peserta yang dinyatakan lulus pada Seleksi Berbasis Komputer berdasarkan hasil nilai Tes Potensi Akademik. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi Berbasis Komputer ditetapkan sebagai peserta Wawancara. Namun bagi peserta Seleksi Berbasis Komputer yang tidak lulus dapat mendaftar kembali pada periode berikutnya.

Untuk materi seleksi berbasis komputer LPDP tahun 2019 meliputi Tes Potensi Akademik atau Tes Intelijensi Umum, Soft Competency atau Tes Karakter Kepribadian, dan On the spot essay writting.

Peserta tidak dapat mengikuti seleksi wawancara, apabila dokumen yang diserahkan tidak sesuai dengan persyaratan LPDP atau terdapat unsur pemalsuan dokumen. Peserta yang melakukan pemalsuan data atau dokumen tidak dapat mendaftar kembali pada semua program beasiswa LPDP. 

Peserta yang dinyatakan tidak lulus seleksi wawancara tidak dapat mendaftar pada seluruh program beasiswa LPDP di tahun yang sama.

Sementara itu, syarat umum yang ditetapkan untuk peserta beasiswa LPDP adalah Warga Negara Indonesia (WNI), telah menyelesaikan studi program diploma empat (D4) atau sarjana (S1), atau program magister (S2) dengan ketentuan Perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi oleh BAN-PT, Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri, atau Perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kemenristekdikti atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara asal perguruan tinggi.

Selain itu peserta juga tidak sedang (on going) atau telah menempuh studi degreeatau non degree program magister (untuk pendaftar program magister) ataupun doktoral (untuk pendaftar program doktoral) baik di perguruan tinggi dalam negeri atau perguruan tinggi di luar negeri.

Selain melampirkan surat kesehatan dan bebas narkoba, peserta juga harus melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidangnya. Beasiswa hanya diperuntukkan untuk kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas khusus, karyawan, jarak jauh atau internasional khusus dalam negeri.

Peserta juga disyaratkan menulis proposal studi baik pendaftar jenjang pendidikan magister maupun doktoral dan memenuhi ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu: magister berusia paling tinggi 35 tahun, dan doktoral berusia paling tinggi 40 tahun.

Peserta kemudian wajib memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada jenjang studi sebelumnya sekurang-kurangnya 3,00 pada skala 4. Khusus untuk doktoral sekurang-kurangnya IPK 3,25 dan memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi yang ada dalam list LPDP khusus.

Terakhir, pendaftar program magister dalam negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 500 atau IELTS 6,0, dan TOAFL 500 bagi program studi atau Perguruan Tinggi Islam yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk. Sementara itu, untuk pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, dan TOAFL 550.

Pendaftaran, pengisian formulir, dan mengunggah dokumen kelengkapan persyaratan dilakukan secara online di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/. 

sumber: cnnindonesia.com

Editor: sella.