HETANEWS

Jenazah Pria Imigran dan Putrinya yang Tewas Tenggelam Dimakamkan di El Salvador

Rosa Ramirez menangis saat menunjukkan mainan milik cucu perempuannya yang berusia 2 tahun, Valeria, di rumah di San Martin, El Salvador, 25 Juni 2019. Valeria dan ayahnya, Oscar Alberto Martinez, tewas terseret arus sungai saat berusaha mencapai perbatasan AS.

AS, hetanews.com - Mayat seorang pria dan putrinya yang tewas tenggelam saat sedang berusaha menyeberangi Rio Grande menuju Amerika Serikat (AS) dipulangkan ke El Salvador untuk dimakamkan, Minggu (30/6).

Mayat keduanya ditemukan dalam keadaan menyedihkan pada Senin (24/6) dan diambil oleh wartawan Julia Le Duc. Foto itu dipublikasikan oleh surat kabar Meksiko, La Jornada.

Dilaporkan kantor berita Associated Press, Senin (1/7/2019), foto-foto Valeria, yang tertelungkup dan lengan kecilnya melilit leher ayahnya, Oscar Alberto Martinez, menyentuh hati banyak orang di seluruh dunia. Foto itu seakan menegaskan bahaya yang ditempuh ipara migran dalam berusaha mencapai AS.

Ayah dan anak perempuannya itu terseret arus di sungai Rio Grande antara Matamoros, Meksiko, dan Brownsville, Texas.

Jasad mereka dibawa ke negara Amerika Tengah itu melalui darat dan akan dimakamkan dalam upacara tertutup di ibu kota negara itu pada Senin (1/7/2019).

Menurut laporan Le Duc di La Jornada, Oscar Alberto Martinez Ramirez merasa frustrasi karena keluarganya yang berasal dari El Salvador tidak dapat mewakili mereka di hadapan otoritas AS untuk mengajukan suaka.

Pada Minggu (23/6), dia memutuskan menyebrangi sungai itu bersama putrinya Valeria.

Dia sebenarnya sudah tiba di seberang sungai, di wilayah Amerika, dan meletakkan putrinya, untuk berenang kembali menjemput istrinya Tania Vanessa Avalos.

Namun melihat sang ayah berenang ke seberang, Valeria mengejarnya ke sungai.

Martinez kembali dan berhasil meraih putrinya kembali, tetapi arus deras menyapu keduanya.

Foto-foto mereka pun tersebar di internet dan menyebabkan protes keras terhadap perlakuan pemerintahan Presiden Donald Trump kepada imigran anak-anak di kamp tahanan sepanjang perbatasan AS dan Meksiko.

Foto ini sudah memiliki dampak dalam perdebatan publik di Meksiko di mana Presiden Andres Manuel Lopez Obrador menyebut foto ini "sangat patut disesali".

sumber: inews.id

Editor: sella.