HETANEWS.COM

Melawan Pakai Kampak, Reskrim Polrestabes Tembak Pelaku Pembunuhan hingga Tewas dan Sita Sabusabu

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira (dua dari kiri) saat memaparkan kasus pembunuhan, di Kamar Mayat RS Bhayangkara Medan, Minggu (30/6/2019).(Foto/TRIBUN MEDAN/HO)

Deliserdang, hetanews - Suriono alias Nano (37) warga Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang ditangkap personel Reskrim Polrestabes Medan.

Ia ditangkap berdasarkan surat laporan no LP / 2208 / K / XI / 2018 / SPKT Percut, tanggal 03 November 2018 a.n Pelapor Japet Saragih.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menceritakan Nano merupakan tersangka Pembunuhan yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ia masuk DPO, kata Putu, karena pada Sabtu (2/2/2019) silam sekitar pukul 21.00 WIB ia sudah membunuh Jarisman Saragih warga Dusun XIV Sinar Gunung, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Jarisman dihabisi nyawanya di Jalan Keadilan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Saat kejadian tersangka langsung kabur dan baru sekarang berhasil kita amankan,"kata pria pengoleksi patung pahlawan Avengers ini, Minggu (30/6/2019).

Ia mengatakan pada Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 11.00 WIB, pihaknya mendapat informasi keberadaan tersangka Suriono alias Nano berada di sebuah gubuk atau pos yang berada tidak jauh dari rumahnya di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Kita mendapat informasi kalau yang bersangkutan sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu,"ujar pria dengan melati dua dipundaknya ini.

Maka dari itu, tim langsung ke lokasi dan sekitar pukul 12.30 WIB dihari yang sama tim langsung menggerebek tempat tersebut.

"Tim melihat Nano mengambil kotak dan mencoba melarikan diri dari incaran petugas dengan cara melompat pagar belakang gubuk itu,"terang Putu.

Petugas yang sudah menunggu di belakang gubuk persis tempat Nano melompat mencoba mengamankan Nano.

"Saat itu, Nano melakukan penyerangan ke arah petugas dengan menggunakan Kampak yang ia pegang,"katanya.

Mengetahui hal itu, sambung Putu, petugas memberikan tembakan peringatan namun tak dihiraukan Nano.

"Kita berikan tembakan di kaki Nano. Namun yang bersangkutan kembali melakukan perlawanan dengan mengayunkan kampak ke arah anggota,"ujarnya.

Akhirnya, aku Putu, anggota terpaksa melakukan penembakan di dada Nano sebanyak sekali.

"Setelah itu kita bawa Nano ke rumah sakit. Dan dalam perjalanan ke rumah sakit, Nano menghembuskan nafas terakhir,"kata AKBP Putu Yudha Prawira.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu sebuah Airsoft gun, sebuah parang, sebuah Kampak, satu alat isap sabu, sebungkus kecil sabu, dan empat buah Handphone.

Sumber: Tribun Medan

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!