HETANEWS

Dihadiahi Timah Panas, Kapolres Beberkan Kronologis Tangkap Pelaku Pembakar Ibu Tiri

Pelaku Jumasri saat akan dibawa ke Mapolres Asahan, usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang, Kisaran, setelah ditembak di bagian kedua kakinya, Jum'at (28/6/2019) sore. (foto/ren)

Asahan, hetanews.com-Petugas Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Asahan, meringkus seorang pria pelaku pembakar ibu tirinya yang terjadi Selasa (25/5/2019), lalu, di Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan.

Berdasarkan informasi dari petugas, pelaku yang diketahui bernama Jumasri alias Jum Plotot (43), ditangkap di kawasan gudang Manggala Jonson, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Jumat (28/6/2019) pagi.

Setelah melakukan pembakaran terhadap ibu tirinya, pelaku langsung melarikan diri dan sempat bersembunyi, di kawasan hutan Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir sejak Kamis (27/6/2019), lalu.

Kemudian pada hari Jumat (28/6/2019) pagi, pelaku keluar dari persembunyiannya, di hutan dan hendak pergi ke kota Dumai dengan menumpang mobil truk tangki.

"Tim Jatanras Polres Asahan yang bekerja sama dengan Jatanras Polda Sumatera Utara berhasil meringkus tersangka pembunuhan dengan cara membakar ibu tirinya. Tersangka ditangkap di lokasi persembunyiannya, di Kabupaten Rokan Hilir Riau. Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengaku sakit hati karena sering di caki maki oleh korban, “ungkap Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu didampingi Kasat Reskrim, AKP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K dan Kanit Jatanras, Ipda Mulyoto, di Rumah Sakit Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran, Jumat (28/6/2019) sore.

Saat dalam pelariannya, tersangka Jum juga sempat memotong rambut dan mencukur kumisnya untuk mengelabui petugas.

"Pelaku sempat memangkas rambutnya hingga botak plontos dan mencukur kumisnya untuk mengelabui petugas. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan kepada anggota, sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas terukur dibagian kedua kakinya,"jelas mantan Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup.

"Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka sudah merencanakan perbuatannya, karena bensin yang digunakan untuk membakar korban sudah dibeli oleh pelaku satu malam sebelumnya. Untuk itu, tersangka akan kita jerat dengan pasal pembunuhan berencana. Kita juga akan melakukan tes urine kepada pelaku untuk mengetahui apakah yang bersangkutan pengguna narkotika,"pungkas Faisal.

Sebelumnya diberitakan, terjadi peristiwa pembakaran terhadap seorang wanita yang bernama Saminem (57), di Dusun III, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pulo Bandring Kabupaten Asahan, Selasa (25/6/2019). Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang, Kisaran untuk mendapat perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia.

Penulis: rendi. Editor: gun.