HETANEWS

Lawan Hoaks dengan Perbanyak Konten Damai di Dunia May

Jakarta, hetanews.com - Perkembangan teknologi dan informasi di era digital menghadirkan tantangan baru. Jika tidak dimanfaatkan untuk hal positif dikhawatirkan menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa. Masyarakat diminta lebih berhati-hati karena kini fakta berkontestasi dengan hoaks di ranah publik.

Dosen Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ajid Thohir mengatakan propaganda di media sosial dapat memberikan pengaruh kuat terhadap stabilitas dan kedaulatan suatu negara. Untuk itu semua pihak harus turun tangan mempromosikan persatuan melalui dunia maya.

"Semakin banyak konten yang mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan, semakin terasa nuansa kehidupan nyata terkonstruksi dalam bingkai kesatuan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/6).

Dia melihat ada berbagai persoalan kebangsaan, salah satunya dengan menyuguhkan narasi keagamaan. Lebih parahnya lagi, lanjut Ajid, cara itu dipakai untuk kepentingan kelompok tertentu yang dapat mengganggu keutuhan NKRI.

"Bangsa kita terdiri dari bersuku-suku, agama, pulau, bahasa. Mari kita buktikan bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang beridelogikan Pancasila," tuturnya.

Menurutnya, menjadi sebuah kewajiban untuk mendorong anak muda berperan aktif membela negara dengan menggaungkan nilai-nilai positif di media sosial (dunia maya). "Kita sebanyak mungkin mendorong anak-anak muda tentang literasi yang sehat," ujarnya.

Dia juga berharap kalangan milenial lebih kreatif dan aktif mencegah nalar kebencian. "Kontribusi dengan melakukan kontra narasi di dunia maya bagi keutuhan NKRI," tandasnya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.