HETANEWS

Terkait Tanah HGU Socfindo yang Diperjual Belikan Aparat Desa, Warga yang Tertipu Ngadu ke Pemkab Sergai

Situasi di ruang kerja Asisten I Pemkab Sergai, saat menerima keluhan warga. (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Puluhan warga Dusun III Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah yang tertipu terkait jual beli/ganti rugi tanah HGU Socfindo kebun Mata Pao, mengadukan nasibnya ke Pemkab Sergai yang diterima langsung  oleh  Assisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum, Herlan Panggabean, di ruang kerjanya, di kompleks Kantor Bupati Sergai, Kamis (27/6/2019) sore tadi.

Menurut Esmaria br Tampubolon (53), sebagai perwakilan menyampaikan, sudah puluhan tahun mereka tinggal di Dusun III Desa Firdaus, tidak pernah mengalami kejadian seperti ini yang mana dipaksa membayar tanah HGU Socfindo Kebun Mata Pao sebesar Rp. 100.000,-/meter dan bahkan ditakut-takuti akan melakukan pengorekan parit, di perbatasan antara tanah warga dengan tanah HGU Socfindo.

"Kalau mau bayar, bayarlah nanti dikeluarkan suratnya kalau nggak mau nanti orang lain yang membeli dan membangun bangunan permanen disini. Kalau nggak, biar dikorek oleh Socfindo, di depan rumah mu ini, dari mana kau lewat,"jelas Esmaria menirukan pada waktu itu.

Hal senada juga disampaikan Misrik (57). Dia juga sudah membayar tanah Socfindo Kebun Mata Pao yang ada di depan rumahnya sebesar Rp. 25.000.000,- sama mereka. Itu saya bayarkan karena rasa ketakutan saya dengan keluarga saya. Terpaksa saya bayarkan kepada mereka, padahal uang saya tidak ada, saya orang miskin pak, untuk membutuhi keluarga. Saya harus mencari upahan mencangkul setiap hari, ujarnya.

Fotocopy kwitansi bukti pembayaran. (foto/sutrisno)

Jadi terpaksa saya gadekan tanah dan rumah saya ini, demi membayar tanah Socfindo itu, saat saya datang bersama anakku ke rumah mereka, minta surat tanah yang sudah saya bayar, mereka selalu mengelak dan hanya memberikan kwitansi, kata Misrik menambahkan.

Sementara Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Hukum, Herlan Panggabean, mengatakan, pihaknya akan memidiasi warga dengan pihak Socfindo serta Aparat Desa, terkait adanya ganti rugi ini. Apakah ini memang benar dilakukan oleh pihak Socfindo atau pihak ketiga, nanti biar jelas semuanya, katanya.

Mengenai surat notaris dan surat dari pihak Socfindo kepada Kepala Desa terkait pembebasan lahan serta surat kwitansi pembayaran Tanah HGU, nanti akan kita pelajari, dan nanti akan kita tanyakan kepada yang bersangkutan, ujarnya.

Dan terkait tanah HGU, Herlan jelas menegaskan, bahwa tanah HGU tidak dapat diperjual belikkan atau diganti rugikan kepada pihak mana pun. Dan tanah HGU hanya dapat diperuntukkan untuk pinjam pakai atau dalam hal disewakan, jelas Herlan Panggabean.

Herlan meminta kepada warga, agar secepatnya membuat surat resmi kepada Pemkab Sergai dan BPN Sergai, agar secepatnya memanggil pihak Socfindo dan Aparat Desa tersebut, serta dihadiri pihak BPN dalam mediasi nantinya.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.