HETANEWS

YLKI: Sudah Mahal, Timbangan LPG 3 Kg di Humbahas Susut, Polisi Harus Bertindak

Gas LPG 3 Kg. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Sudah bertahun-tahun, gas LPG bobot 3 Kg, di daerah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, bertengger di harga yang sangat mahal.

Jika pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) hanya Rp 20.000,- , di Humbahas justru ada yang menjual hingga menyentuh harga Rp 35.000,-.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Humbahas, Erikson Simbolon mengatakan, fenomena mahalnya  harga gas bersubsidi itu sudah menjadi perhatiannya, dalam beberapa tahun terakhir. Namun disayangkannya, hingga kini agen atau pangkalan masih nekad menjualnya di atas HET.

"Untuk di Doloksanggul kota saja, harganya mencapai Rp 25.000,- . Apalagi di beberapa kecamatan tentu harganya makin mahal. Saya dapat info kemarin, harganya bahkan ada yang melebihi Rp 30.000,- ", ungkap Erikson, Kamis (27/6/2019).

Disebutkan Erikson, permasalahan gas di Humbahas tidak semata hanya terletak pada harganya. Pasalnya, melalui proses penimbangan yang dilakukan pihak YLKI, isi tabung gas LPG 3 Kg juga kerap menyusut. Dia menduga, gas-gas yang didistribusikan di Humbahas mengalami kebocoran.

"Ketika kami timbang secara langsung,  dan ini berulang kali kami lakukan, isi tabungnya gak sampai 3 Kg. Kami sering menemukan isinya hanya di bobot 2,7 Kg dan 2,8 Kg. Kita tidak menuduh agen atau pangkalan dalam hal ini bermain ya. Tapi kita menduga ada kebocoran," ujar Erikson.

Lantaran hal itu, Erikson pun meminta agar pihak Polres Humbahas melalui unit Tipiter agar melakukan tindakan tegas.

"Daerah yang lain kita dengar, Polisi sudah menangkap beberapa agen atau pangkalan yang bermain curang. Kenapa di sini (Humbahas) Polisi belum melalukan tindakan? Kita minta mereka selaku penegak hukum mampu bertindak tegas,"pinta Erikson.

Penulis: rachmat. Editor: gun.