HETANEWS

Natsir Armaya: PPDB Menjadi Perhatian Khusus Pemerintah

Natsir Armaya Siregar

Siantar, hetanews.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Pasalnya, tidak sedikit peserta didik dan orang tua terdampak akibat PPDB yang menerapkan sistim zonasi tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Natsir Armaya  Siregar, ketika dimintai pendapatnya mengenai PPDB yang baru saja dilaksanakan serentak, termasuk di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

Dijelaskan Armaya, setiap calon peserta didik menginginkan sekolah yang berkualitas. Namun dalam sistim zonasi yang diatur di PPDB, dapat mengurangi kesempatan peserta didik untuk masuk ke sekolah yang bermutu.

Menurut Natsir, PPDB boleh dilakukan ketika setiap sekolah yang ada punya mutu yang sama. Yang mana tidak ada lagi ditemukan sekolah berkualitas dan sekolah yang dibawah rata-rata. Sehingga perlu penyetaraan kulitas di setiap sekolah.

"Kalau Setiap sekolah sudah sama kualitasnya, baru bisa diterapkan sistim zonasi PPDB. Karena semua pelajar ingin bersekolah di sekolah yang bermutu. Karena sistim zonasi, terpaksa peserta didik itu tak dapat sekolah yang berkualitas," katanya, Kamis (27/6/2019).

Sekolah berkualitas, kata Natsir menambahkan, dapat dilihat dari fasilitas, infrastruktur, mutu dan profesionalisme guru di sekolah. Hanya saja mutu sekolah khususnya di Siantar-Simalungun ini masih belum sama.

Oleh karena itu, kata Natsir, penting penilaian akreditasi sekolah, untuk menunjang mutu pendidikan dan pemerataan kualitas sekolah.

"Seharusnya sebelum dilakukan PPDB, pemerintah terlebih dahulu melakukan kajian dan pemetaan terhadap sekolah-sekolah. Baru boleh dilakukan PPDB sistim zonasi itu," jelas pemerharti pendidikan ini.

Ia menambahkan, pemerintah khususnya kementrian pendidikan seharusnya melakukan penyerataan kualitas sekolah, dengan akreditasi sekolah yang ada, sebelum PPDB ini diterapkan.

Penulis: gee. Editor: edo.