HETANEWS

Oknum Kades Bahapal Curi Kayu di Kawasan Hutan Produksi

Terdakwa keluar digiring petugas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Sidang lanjutan oknum Kades Bahapal Raya, Jan Nofri Walmer Saragih (43), terdakwa  pencuri kayu, mendengarkan keterangan saksi ahli dari Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Kamis (27/6/2019), di Pengadilan Negeri Simalungun.    

Kedua saksi,  Maju Situmorang dan Roy, setelah disumpah menerangkan, benar saksi adalah petugas yang menentukan titik koordinat kawasan hutan lindung dan hutan produksi di Dinas Kehutanan Sumatera Utara. Keduanya menyatakan, lokasi terjadinya pencurian kayu, di Desa Bahapal Raya Simalungun adalah kawasan hutan produksi. Saksi juga menyatakan, jenis kayu yang dicuri oleh terdakwa adalah kayu meranti.      

Atas keterangan kedua saksi tersebut, terdakwa menyatakan tidak mengerti dan tidak keberatan.    

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum  (JPU), Augus Sinaga SH, dalam dakwaannya, menyatakan terdakwa dengan memberi upah Rp.1.500.000, memerintahkan Risdo Damanik (DPO) untuk melakukan penebangan pohon di hutan Bahapal dan menjadikannya kayu olahan sekitar Januari 2019.

Lalu kayu olahan tersebut diangkut Jaimbang Purba dengan truck colt diesel BK 8044 WA atas perintah terdakwa.

Sebanyak 45 batang kayu olahan hanya dilengkapi surat jalan yang dibuat oleh terdakwa sebagai Kepala Desa, tertanggal Selasa, 22 Januari 2019.      

Naas, ditengah perjalanan tepatnya di Jalan Sutomo Kelurahan Sondi Raya, truk yang dikemudikan Jaimbang Purba dihentikan petugas Kehutanan. Tapi Supir truk tidak dapat menunjukkan dokumen kayu ataupun Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).       

Oknum Kades, dijerat dengan pasal 19 huruf a jo pasal 94 ayat (1), pasal 12 (c,d,e) Jo pasal 83 (1) huruf a Jo UU RI No.18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai A Hadi Nasution SH MH, menunda persidangan selama sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.