HETANEWS

Polisi Awasi Kelompok Teroris Coba 'Bermain' saat Putusan MK

Brigjen Dedi Prasetyo.

Jakarta, hetanews.com - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang menyatakan kurang lebih ada 30 teroris akan datang ke Jakarta menjelang pembacaan hasil putusan sidang sengketa Pilpres 2019. Polisi masih memantau perkembangan terkait isu tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan beberapa satuan di Kepolisian terus melakukan pemetaan terkait kelompok tersebut. Namun ia menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemetaan terhadap jaringan JAD yang terafiliasi dengan kelompok ISIS.

"Untuk perkembangan terbaru masih dimonitor, artinya bahwa dari Densus 88, kemudian Satgas Antiteror dan radikalisme yang ada di Polda-Polda, PMJ, Jabar, Banten, Jawa serta di Lampung sudah melakukan monitoring berdasarkan mapping dari jaringan tersebut," kata Dedi di Kantor Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/6).

"Baik jaringan JAD sebagai bentuk jaringan organisasi teroris yang terstruktur maupun jaringan-jaringan yang sifatnya simpatisan seperti kejadian di Solo itu adalah orang-orang yang secara individu berafiliasi atau membai'atkan diri sebagai lone wolf. Itu terus kita monitor, langkah-langkah seperti itu kita antisipasi secara maksimal," tambahnya.

Menurut Dedi, apabila hasil pemetaan Densus 88 menemukan adanya hal sebagaimana yang disampaikan Moeldoko, maka mengacu pada undang-undang yang berlaku pihak kepolisian akan melakukan penangkapan di tempat.

"Apabila dari Densus 88 menemukan bahwa secara terstruktur akan melakukan aksinya, kemudian secara individu juga akan melakukan aksinya, maka ada UU Nomor 5 Tahun 2018. Artinya dari Densus 88 bersama Satgas akan melakukan tindakan preventiv strike untuk melakukan mitigasi dan pencegahan secara maksimal agar aksi itu tidak terjadi di masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada jaringan teroris yang akan menyusup dalam aksi massa menyikapi putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 27 Juni 2019. Moeldoko telah mengetahui dan memetakan jaringan tersebut.

"Ada dari jaringan teroris juga ikut main. Sudah saya petakan," kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (26/6).

"Ada kelompok teroris yang sudah menyiapkan diri, ada kurang lebih 30 orang, sudah masuk ke jakarta. Kita sudah liat itu, sudah kenali mereka," tegasnya.

Meski mengaku sudah mengetahui, namun Moeldoko enggan mengungkapkan identitas jaringan teroris yang dimaksud. Mantan Panglima TNI ini hanya meminta masyarakat tak khawatir adanya aksi besok. Sebab aparat penegak hukum telah melakukan antisipasi dengan menurunkan 40.000 personel gabungan TNI-Polri.

"Keamanan nasional saya pikir masih terkendali dengan baik. Kekuatan TNI-Polri cukup besar ada 40.000. kekuatan demo 2.500-3.000. Jadi tidak usah khawatir kalau terjadi sesuatu tinggal diambil," ujarnya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.