HETANEWS

Kapolres Tanjungbalai Mendukung Keinginan Wali Kota Sediakan Lahan untuk Pusat Rehabilitasi

Dari kiri, Dandim 0208 Asahan, Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, dan Kepala BNNK Tanjungbalai. AKBP Edi Mashuri Nasution. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, mengutarakan hasrat keinginannya untuk memberikan lahan yang dipergunakan untuk pembangunan kantor pusat rehabilitasi Tanjungbalai.

Hal tersebut diutarakannya saat ditanya oleh sejumlah wartawan di puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Rabu,  26 Juni 2019, lalu,  yang diadakan di pendopo rumah dinas Wali Kota.

Janji Wali Kota itu, diucapkannya di hadapan Kepala BNNK Tanjungbalai, AKBP Edi Mashuri Nasution, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai dan Dandim 0208 Asahan, Letkol Inf Sri Marantika Beruh.

"Pemberian sebidang tanah berlokasi di wilayah Kecamatan Sei Tualang Raso yang nantinya bekerjasama, dengan pihak PT Arkaco itu, dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemko Tanjungbalai dalam hal Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),”kata Wali Kota.

Sementara, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai sangat mendukung sekiranya Pusat Rehabilitasi tersebut benar-benar  terwujud di Tanjungbalai.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai saat menyematkan pin anti Narkoba pada acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019, yang diadakan di pendopo rumah dinas Wali Kota. (foto/ferry)

"Kita sangat mendukung, karena itulah yang selama ini Polres Tanjungbalai harapkan. Bahkan kami ( Polres  Tanjungbalai) pernah mengirim surat ke Pemerintah Kota Tanjungbalai, bermohon untuk  dibangunnya fasilitas rehab narkoba, “jelas Kapolres, Kamis (27/6/2019).

AKBP Irfan Rifai menambahkan, bahwa pecandu Narkoba ini merupakan korban dan jalan yang terbaiknya adalah direhabilitasi. Diharapkan secara bertahap nantinya  adanya pusat rehab ini dapat memberikan pelayanan terhadap para pecandu narkoba yang ada di wilayah ini, ucapnya.

Nantinya para pasien ini akan dilakukan pemangkasan sikap dan perilaku negatif dan pengembangan serta pembentukan emosi serta identifikasi gejala-gejala psikologis akibat penggunaan drugs/Narkoba.

Kapolres berharap, sehingga nantinya akan terbentuk pola pikir yang efektif terhadap diri pasien, serta meningkatkan lagi nilai - nilai dan  aspek-aspek spiritual, sehingga dengan sendirinya dapat tercipta guna  mengembangkan keterampilan diri dengan tujuan yang  memiliki kemampuan untuk bertahan dalam menjalani hidup dan berdampingan dengan masyarakat.

Untuk pecandu Narkoba yang akan direhab ini harus mengikuti mekanisme, bukan selepas ditangkap oleh polisi, langsung direhab, namun harus sesuai prosedur, kata Kapolres.

Mekanisme pelaksanan rehab terhadap  pengguna narkoba tetap mengacu kepada prosedur hukum yang berlaku. Atau dalam  hal ini, harus  mengikuti persidangan terlebih dan adanya vonis hakim untuk direhab, jelas AKBP Irfan Rifai.

Penulis: ferry. Editor: gun.