HETANEWS

Muhammadiyah Sumut Desak Polisi Tangkap Permapok yang Bunuh Istri Ketua Muhammadiyah Padang Lawas

Padang Lawas, hetanews.com - Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara mendesak pihak berwajib untuk segera menangkap pelaku perampokan yang membunuh istri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang Lawas, pada Selasa (25/6/2019) kemarin.

Diketahui dalam peristiwa nahas itu, Rita (37) istri dari Sahrin Siregar (42) Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Padang Lawas, tewas di kediamannya sendiri.

“Kita meminta polisi segera mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan yang menewaskan istri dari saudara Sahrin Siregar, Ketua PD Muhammadiyah Padang Lawas," kata Faisal SH MHum, Ketua Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Sumut, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Keji, Istri Pejabat Dispenda Padang Lawas Tewas dengan 7 Tusukan

"Ini tindakan biadab dan pelakunya harus segera ditangkap dan memproses sesuai hukum yang berlaku," sambungnya.

Lebih lanjut Faisal menegaskan, bahwa pihaknya mendukung penuh pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini.

“Jika memang diperlukan, kita siap berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengusut kasus ini,” ujarnya.

Dari keterangan pihak berwajib, saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga seorang diri.

"Pelaku seorang diri. Sejauh ini kita masih terus melakukan penyelidikan dan mengejar pelakunya," kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKP Alexander Piliang kepada media, Selasa (25/6/2018) kemarin.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Desa Mompang, Kecamatan Barumun, Padang Lawas, Sumatera Utara, sekitar pukul 03.00 WIB tadi.

Saat tengah beraksi, pelaku tepergok oleh salah satu korban dan melakukan penyerangan dengan senjata tajam.

"Setelah melakukan olah TKP, tidak didapati kerusakan pada pintu dan jendela rumah, dan harta benda korban juga tidak ada yang hilang," sebut Alex.

Sebelum peristiwa itu, lanjut Alex, korban dan istri serta seorang anak balitanya ke luar untuk beli mi. Sedangkan anak mereka lainnya tinggal di rumah.

Korban bahkan sempat menyantap mi yang dibelinya. Kemudian mereka beristirahat dan saat itulah pelaku masuk.

"Dari keterangan korban Sahrin, ia mengetahuinya setelah mendapat pukulan dan sempat melakukan perlawanan hingga mengakibatkan dirinya luka," ujarnya.

"Istri yang saat itu mau lari ke luar rumah meminta pertolongan tetangga langsung dihujam tusukan oleh pelaku," katanya.

Tusukan senjata tajam itu mengakibatkan nyawa ibu empat orang anak itu melayang. Korban tewas dengan luka sabetan senjata tajam di tubuhnya dan tewas di depan pintu rumah.

Sementara Sahrin, yang juga Kepala Bidang (Kabid) Aset Pemkab Padang Lawas, mengalami luka dan harus mendapat perawatan di RSUD Sibuhuan.

"Sejauh ini sudah 10 saksi kita periksa. Untuk Suami korban masih kita interogasi. Kita juga sudah membentuk tim gabungan untuk menuntaskan perkara tersebut. Tim itu terdiri dari Subdit III Polda Sumut, Polres dan Polsek," tutup Alex.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.