HETANEWS

15 Dokter Tangani Asma dan Maag Akut Risma

Wali Kota Risma

Surabaya, hetanews.com - Akibat asma dan maag akut kambuh serta kecapekan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini harus menjalani opname. Bahkan, pihak rumah sakit sampai menerjunkan 15 dokter untuk menangani Risma.

Sejak Selasa (25/6) malam, Tri Rismaharini menjalani perawatan intensif di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) lantai II RSU dr Soetomo Surabaya. Setelah semalaman dirawat, wali kota dua periode itu sudah bisa makan sendiri, meski hanya sekadar mengonsumsi bubur.

"Alhamdulillah sudah makan sendiri, kata dokter sarapannya masih bubur. Hari ini bisa makan sendiri, kemarin disuapin," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom di RSU dr Soetomo, Rabu (26/6).

RSU menerjunkan tim dokter khusus untuk menangani Risma selama di ICU GBPT. Total ada 15 dokter yang melakukan observasi. Belasan dokter diturunkan agar bisa mendalami kemungkinan apa saja yang akan terjadi kepada Risma.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menyampaikan, menurut hasil diagnosa, asma dan maag Risma kambuh. Kambuhnya penyakit itu diduga karena kelelahan.

"Untuk diagnosa seperti yang sudah disampaikan beliau mempunyai asma dan maag. Asmanya itu ya sudah lama sebelum menikah," kata Kadinkes Febria Rachmanita kepada wartawan di RSU.

"Terus kondisi ibu wali kota juga kelelahan karena usai dari luar negeri. Kemudian beberapa hari lalu sebelum sakit juga masih membersihkan Tugu Pahlawan," imbuhnya.

Risma mulai merasa lemas karena asma dan maag yang diidapnya kambuh pada Selasa (25/6) pukul pukul 03.30 WIB. Risma melakukan kontrol ke RSUD dr Soewandhi. Di RSUD dr Soewandhi, Risma langsung ditempatkan di ruang ICU. Agar dokter dan perawat bisa menangani secara khusus.

Dokter spesialis jantung, radiologi dan penyakit dalam turut diterjunkan untuk menangani Risma. Tak hanya itu, spesialis mikrobiologi juga dilibatkan untuk mengetahui hasil laboratorium yang diperiksa.

"Memang ada dokter penyakit dalam untuk mengetahui penyakit yang menyertai. Siapa tahu ada hal-hal yang mungkin dalam pemeriksaan lanjut akan ditelaah," kata Humas RSU dr Soetomo Pesta Parulin kepada wartawan di RSU.

PIhak RSU memasang beragam alat monitor di tubuh Risma. "Semua alat-alat kita pasang untuk lebih continue memonitor," imbuhnya.

Pesta mengatakan, saat ini asma yang diderita Risma lebih cenderung membaik dan stabil. Kondisi tersebut diketahui setelah wali kota sekaligus presiden United Cities and Local Governments (UCLG) itu dirujuk dari RSUD dr Soewandhi.

"Ya jadi kita melihat serangan asma itu mempunyai gradasi. Tetapi dari perjalanan dari rumah sakit Soewandhi sampai kemarin itu yang kita dapatkan sekarang ini improve lebih baik, lebih stabil tidak segawat atau seberat yang kita dapatkan di Soewandhi," tambah Pesta.

Menurut Pesta, membaiknya kondisi asma Risma tak lepas dari keputusan merujuk ke RSU dr Soetomo lebih cepat. Sebab di rumah sakit tersebut banyak dokter dan konsultan yang terus memonitor kondisi Risma.

Humas Pemkot Surabaya memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal meski sang wali kota terbaring sakit. Sebab selama ini pemkot sudah punya pelayanan yang tersistem dan ada sejumlah pejabat lainnya yang mempunyai tanggungjawab masing-masing.

"Pemerintah kota punya pelayanan yang sudah tersistem. Lalu di sana kan ada wawali, ada sekda, ada asisten, ada kepala OPD jadi semua proses pelayanan di pemkot tetap (berjalan) normal," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser.

 

sumber: detik.com

Editor: sella.