HETANEWS

Dinas Lingkungan Hidup Dukung Tindakan Kepolisian Menertibkan Galian C

Lokasi galian C di Tanjung Pinggir Siantar yang digerebek petugas.

Siantar, hetanews.com - Pasca petugas Polisi mengamankan aktivitas galian C, di kawasan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (24/6/2019) lalu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota Pematangsiantar, meminta agar semua pihak menjaga kelestarian ekosistim lingkungan.

"Kita sangat mendukung langkah pihak Kepolisian dalam menertibkan kegiatan pertambangan atau galian C, demi menjaga kelestarian ekosistim lingkungan di masa yang akan datang," kata Plt Kadis DLH, Dedy T Setiawan, Rabu (26/6/2019).

Pihaknya mengapresiasi tindakan tegas yang dilakukan Polres Pematangsiantar yang bekerjasama dengan Denpom I/1 Pematangsiantar, mengamankan oknum pengusaha yang melakukan aktivitas penggalian di Tanjung Pinggir.

"Kita sangat mendukung langkah pihak Kepolisian dalam menertibkan kegiatan pertambangan atau galian C. Siapapun tidak dibenarkan melakukan aktivitas tersebut," kata Dedy.

Ia menjelaskan, kawasan pertambangan tidak ada di Kota Pematangsiantar. Untuk itu, perlu dijaga lingkungan untuk kelangsungan kehidupan masa depan.

"Berhubung kawasan tambang tidak ada di Kota Pematangsiantar, siapapun tidak dibenarkan melakukan aktivitas galian C. Mari kita jaga lingkungan. Sehingga, kita dapat mewariskan lingkungan yang baik untuk anak cucu kita di masa depan," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Wilayah III Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara, Leo Lokulisa Sihaloho mengatakan, di Kota Pematangsiantar karena tata ruangnya tidak ada diperuntukan untuk pertambangan.

Pihaknya juga tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi usaha pertambangan tanpa izin (Peti) di Kota Pematangsiantar.

Hal ini diungkapkan Leo, setelah meninjau galian C usai diamankan oleh Petugas Polisi dan Personil Denpom I/1 Pematangsiantar.

"Terus terang, berkaitan usaha yang saat ini namanya pertambangan dan dulunya galian C, tidak ada kita keluarkan. Kalaupun pengakuan pemilik ada izin usahanya, saya rasa itu sudah di luar wewenang kita," tutupnya.

Penulis: gee. Editor: gun.