HETANEWS

Dua Pencuri Pakan Ikan PT Aquafarm Minta Diringankan Usai Diancam 2 Tahun

Jaksa Barry SH saat membacakan tuntutan 2 tahun penjara kepada 2 terdakwa. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dodi Ricky Tamba (24) dan Parlindungan Sinaga (20), minta hukumannya diringankan, usai dituntut 2 tahun penjara, di PN Simalungun, Rabu (26/6/2019).

"Menuntut, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani,"kata jaksa, Barry Sugiharto SH.

Keduanya warga Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, telah terbukti melakukan pencurian 19 zak pakan ikan milik PT Aquafarm, pada Sabtu, 23 Pebruari 2019, sekira pukul 02.30 WIB, lalu. Pencurian itu dilakukan bersama dengan Sandi Manurung (DPO).       

Sesuai fakta hukum yang terungkap dalam persidangan, baik keterangan saksi-saksi, juga keterangan para terdakwa, mengakui dengan mengendarai speed boat yang dikemudikan Sandi Manurung, berangkat dari pantai ujung Mercusuar, Kecamatan Tigaraja Girsang Sipangan Bolon, menuju proyek pangambatan dan masuk ke areal parton PT Aquafarm Nusantara.        

Hasil curian dibawa dan disimpan ke pondok di pantai ujung Mercusuar. Mengetahui pakan sudah hilang, Paris Kanal Sirait, bersama D Sijabat, selaku pengamanan PT Aquafarm melaporkan pencurian itu ke Polsek Parapat.        

Bersama petugas mengelilingi pinggiran pantai dan mememeriksa sejumlah pondok di pinggir pantai Mercusuar. Di sana ditemukan tumpukan pakan ikan yang ditutupi dengan terpal warna biru. Kedua terdakwa berhasil diamankan sedangkan pemilik speed boat, Sandi Manurung, berhasil melarikan diri.       

Akibat perbuatan para terdakwa, PT Aquafarm Nusantara mengalami kerugian Rp 8.238.840.- Jaksa Barry Sugiharto SH, mempersalahkan keduanya  dengan pasal 263 (1) huruf e ke-4 KUH Pidana.

Roziyanti SH, selaku ketua majelis hakim, menunda persidangan hingga Rabu mendatang untuk pembacaan putusan persidangan, dibantu panitera, Jonni Sidabutar SH, dinyatakan ditutup dan dibuka kembali pada Rabu mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.