HETANEWS

Turnamen Walikota Cup disebut Tak Jelas Juntrungannya

Walikota Hefriansyah menyepak bola saat pembukaan Walikota Cup III di Lapangan SMP Bintang Timur Kota Pematangsiantar, 26 Maret 2019 (dok: humas).

Siantar, hetanews.com - Kejuaraan sepak bola antar pelajar se Kota Pematangsiantar yang memperebutkan piala bergilir Walikota Cup sejauh belum jelas juntrungannya. 

Ajang pertandingan sepak bola bergengsi di kalangan pelajar itu, tak ayal disebut sebagai panggung pencitraan Walikota, daripada misi mencari bibit bintang lapangan hijau. 

Walikota Cup yang memperebutkan piala bergilir itu dimulai sejak tahun 2017, dan sudah digelar tiga tahun berturut-turut. Namun sejauh ini tidak ada satu pun potensi pesepakbola yang direkrut dari ajang tersebut.

"Tidak ada pembinaan selanjutnya kepada atlet atau yang berprestasi di ajang itu. Kegiatan Walikota Cup hanya even saja," ungkap kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Binsar P Sumbayak, Rabu (26/6/2019).

Dinas Pariwisata selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk terselenggaranya Walikota Cup itu, selama ini mengakui belum ada persiapan untuk melakukan penjaringan atlet dari piala Walikota Cup.


Walikota Hefriansyah mengangkat Piala Bergilir Turnamen Walikota Cup III. (dok:humas Pemko Pematangsiantar)

Ditemui dikantornya, Rabu Sore, Binsar menjelaskan bahwa anggaran yang disediakan hanya untuk turnamen Walikota Cup saja. Sementara untuk pembinaan atlet sepak bola tidak dimasukkan dalam anggaran.

"Untuk kelangsungan pembinaan atlet tidak ada dianggarkan di DPA. Hanya Walikota Cup saja. Kalau tidak ada anggaranya, apa yang mau dilakukan untuk itu," ucapnya.

Ia enggan menyebutkan berapa anggaran yang ditetapkan untuk kegiatan sepak bola antar pelajar itu. Tapi kata dia, selama Walikota Cup berlangsung dari tahun 2017,2018 dan 2019, anggaran sudah ditetapkan di APBD setiap tahunya. Dinas Pariwisata sebagai KPA.

"Kalau masalah anggaran itu saya tidak tahu, itu bendara yang tau soal keuangan. Berapa anggaranya saya tidak tau," ucapnya.

Kemudian, kata  Binsar menambahkan, pihaknya akan mencoba menindaklanjuti hasil turnamen Walikota Cup  yang dilaksanakan tersebut, dengan melakukan pembinaan atlet khususnya pelajar.

"Untuk pembinaan atlet sepak bola akan kita persiapkan dalam waktu dekat ini. Menjelang turnamen sepak bola piala Gubernur, Desember nanti. Jadi anggaranya, kita masukkan di P APBD,"ungkapnya.

Sekolah bola tingkat pelajar sekolah dasar di Lapangan Brimob Pematangsiantar, Rabu 18 Juli 2018. Ikatan Alumni PERSESI memberi bantuan kepada pelajar untuk mensuport kegiatan sepak bola. (foto:hughes)

Walikota Cup disebut  Panggung Pencitraan

Turnamen sepak bola antar pelajar dalam ajang Walikota Cup yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar dimulai tahun 2017. Meski sebelumnya ini sudah pernah diselenggarakan oleh Walikota Siantar periode sebelumnya.

Pertandingan sepak bola memperebutkan  Walikota Cup I tahun 2017, digelar di Lapangan Universitas Simalungun (USI). Puluhan sekolah swasta baik negeri maupun swasta ikut mengirimkan kesebelesannya dalam ajang ini. 

Pada turnamen Walikota Cup I dimenangkan oleh SMA Seminari Pematangsiantar. Seminari juga membawa pulang piala bergilir Walikota. 

Pada turnamen Walikota Cup II tahun 2018, kesebelasan SMA Bintang Timur menjadi juara pertama setelah mengalahkan kesebelasan SMA Negeri 4 dengan skor 1 – 0 di Lapangan Kampus USI.

Selanjutnya pada turnamen Walikota Cup III tahun 2019  diselenggarakan di Lapangan SMP RK Budi Mulia Pematangsiantar. SMA Seminari kembali menjadi juara dalam kompetisi ini. 

Sebuah laga pertandingan sepak bola antar klub di Pematangsiantar yang digelar di Lapangan Brimob, Jalan Ahmad Yani, Kota Pematansiantar.

Kesebelasan SMA Seminari menerima hadiah Rp 10 Juta bersama Piala Bergilir. Diurutan kedua diraih kesebelasan dari SMA Taman Siswa dengan hadiah Rp. 8 Juta. 

Selanjutnya di posisi ketiga diraih oleh kesebelasan SMA Negeri 2 dengan hadiah Rp 6 juta. Kemudian diposisi keempat , jatuh pada SMA Negeri 6 dengan hadiah Rp 5 juta rupiah.

Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, selaku pembina upacara pembukaan Walikota Cup III mengatakan akan memasyarakatkan olahraga melalui pendidikan.

Melalui sekolah dalam usia emas adalah kesempatan terbaik untuk berlatih dan dibina dalam menuju masa gemilang, khususnya sepakbola. 

"Kalah dan menang merupakan sebutan yang umum dalam pertandingan," kata Hefriansyah di Lapangan SMP RK Budi Mulia, Selasa 26 Maret 2019, seperti yang dilansir dari website humas pemko.

Dilain sisi, salah seorang pemerhati sepak bola di kota Pematangsiantar mengkritik kegiatan turnamen Walikota Cup ini. Pasalnya, kegiatan tahunan terserbut dia sebut tidak jelas juntrungannya. 


Kerangka bangunan tribun Stadion Sang Nauluh Pematangsiantar, Sabtu 21 April 2018. Stadion Sang Naualuh merupakan stadion sepak bola di Siantar yang sedang dalam perbaikan.
 

"Kalau memang turnamen yang diselenggarakan pemerintah untuk menjaring bibit pesepak bola atau atlit, harus serius. Misalnya bagaimana menindaklanjutinya dengan melakukan pembinaan bagi atlet, hingga fasilitas olahraga untuk sepak bola," kata Adven Zetro, Rabu Sore.

Dari amatannya  pada setiap penyelenggaraan Walikota Cup, ia menilai hal itu cenderung menjadi panggung pencitraan Walikota yang seolah olah peduli dengan masa depan olah raga di Kota Siantar khususnya sepak bola. 

Sementara fasilitas olah raga seperti stadion dan lapangan belum memadai untuk digunakan. Apalagi pembinaam atlet yang ikut serta dalam ajang turnamen Walikota Cup.

"Ketika Walikota Cup dilakukan, muncul sedikit kecurigaan jika ini ajang pemborosan anggaran. Karena juntrungannya tidak ada. Lalu bagaimana kemudian keinginan para pelajar yang tergabung dalam kesebelasan itu, apa hanya sampai disitu saja," kata dia.

Penulis: gee. Editor: edo.