HETANEWS

Sempat Pasrah Dikepung Begal Dekat Perumahan Cemara Hijau, Ratna Diselamatkan Warga

Sempat Pasrah Dikepung Begal Dekat Perumahan Cemara Hijau, Ratna Diselamatkan Warga. Ratna diduga korban begal mendapat perawatan intensif di rumah sakit, Rabu (26/6/2019).

Medan, hetanews.com - Ratna Delima boru Naibaho (49), diduga menjadi korban keganasan begal. Warga Jalan Purwosari Pulo Brayan Bengkel Medan Timur, ini terpaksa mendapat perawatan di salah satu rumah sakit swasta.

Ratna dikabarkan menjadi korban begal di Jalan Perkebunan, dekat perumahan Cemara Hijau, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 06.15 WIB.

Pagi itu dirinya baru pulang dari perumahan Cemara Hijau.  Di perjalanan ada sepeda motor yang mengikutinya. Pengendara sepeda motor yang tidak dikenal itu membelok ke arah Jalan Perwira, dan Ratna pun melanjutkan perjalanannya.

Ternyata di belakang Ratna disusul pengendara lainnya yang langsung memepet dirinya. Ia pun terjatuh dan terseret setelah ditendang pelaku di bagian perutnya.

Ratna mengalami luka di bagian wajah, tangan, dan kaki. Sadar dirinya dalam bahaya, Ratna pun meminta kepada orang yang menendangnya itu agar tidak dibunuh. "Jangan kalian bunuh saya, kalau sepeda motor ambillah," ucapnya.

Korban berhasil ditolong warga yang mengenali dirinya saat meminta tolong. Dalam keadaan berlumuran darah, korban diboyong ke klinik terdekat untuk pertolongan pertama.

Namun kemudian dirinya dirujuk ke RS Imelda Medan. Suami korban, Luhut Naingggolan, melapor ke Polsekta Medan Timur. Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan bahwa untuk laporan korban masih dalam proses penyelidikan. "Kami masih selidiki," ujarnya dengan singkat, Rabu (26/6/2019). 

Sebelumnya kelompok begal yang terekam CCTV saat beraksi di Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Kota, Senin (28/1/2019) sekitar pukul 03.00 WIB ditangkap petugas Jatanras Polda Sumut.

Direktur Krimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan mengatakan selain kedua pelaku, polisi juga mengamankan dua penadah hasil kejahatan.

"Ada empat pelaku yang sudah kita amankan. Dua diantaranya merupakan pelaku lapangan (begal), dan dua lainnya ialah penadah," katanya saat memaparkan kasus tersebut di pelataran Direktorat Krimum Polda Sumut, Rabu (6/2/2019).

Kedua pelaku begal tersebut, sambung Andi, masing-masing bernama Syawal (23) warga Jalan Letda Sujono, Komplek Pergudangan PT Intan, Medan Tembung, dan Rangga (16) warga Jalan M Yakub, Gang Iyem, Medan Perjuangan.

Sedangkan untuk kedua penadah, katanya, masing-masing bernama, M Zulkarnain Lubis (45) warga Jalan Gambir Pasar VIII, Gang Pinang, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, dan Hanafi (35) warga Dusun XI Jalan Ar Ridho, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan.

"Dari keempat pelaku tersebut, satu diantaranya (Syawal) harus dilumpuhkan dengan tembakan," terangnya.

Dikatakan Andi Ryan, penangkapan ini dilakukan setelah pihaknya mendapatkan rekaman kamera CCTV atas aksi begal yang dilakukan pelaku terhadap korban, Said Abdul Latif.

Selanjutnya tim khusus Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut bersama Sat Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan dan mengetahui identitas pelaku hingga akhirnya dilakukan penangkapan.

"Untuk tersangka Rangga ditangkap oleh Polrestabes Medan. Sedangkan ketiga tersangka dilakukan penangkapan oleh Polda Sumut" ujarnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan kepada para tersangka, masih dikatakan Andi Ryan, komplotan ini ternyata sesaat sebelumnya juga melakukan aksi serupa di Jalan Sei Belutu, Kelurahan Babura, Medan Sunggal, pada pukul 01.00 WIB.

Dimana korbannya bernama Dian Ansory Daulay juga diserempet oleh ke 7 pelaku, lalu merampas sepeda motornya sambil mengancam dengan pisau.

"Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti 1 sepeda motor Honda Vario hitam silver BK 6301 ABJ, 1 unit sepeda motor Honda Beat Strategi hitam tanpa nomor polisi, 1 STNK Honda Vario BK 6301 ABJ, 1 kaos putih, 1 kaos merah, 1 jaket dongker, 1 celana panjang, 1 simcard, 1 jaket biru, dan 1 helm hitam,"katanya.

Andi Rian mengatakan, dari hasil kejahatan para pelaku, sepeda motor itu dijual dengan harga kisaran Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta.

Uang tersebut digunakan oleh pelaku untuk membeli sejumlah pakaian yang telah diamankan sebagai barang bukti. "Untuk kelima tersangka yang masih buron masih dilakukan pengejaran,"ujarnya. 

Kejahatan jalanan di Jalan Sutrisno Medan, terjadi Senin (28/1/2019), sekitar pukul 03.00 WIB.  Pantauan www.tribun-medan.com pada video yang beredar tersebut, korban dan pelaku sempat kejar-kejaran.

Korban yang sedang berboncengan dengan seorang wanita akhirnya memilih menabrak median (pembatas jalan) agar dapat kabur dari kejaran pelaku.

Nahas, sepeda motor yang ia tumpangi gagal melewati median jalan.

Pelaku pun mendekati korban yang terperosok, melihat pelaku semakin dekat korban memilih menyelamatkan diri dan meninggalakan sepeda motornya.  Tidak sampai di situ, dalam video terlihat korban melakukan perlawanan dengan melempari para pelaku dengan batu.

Namun, aksinya tersebut tidak membuahkan hasil. Para pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dengan cara didorong.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.