Siantar, hetanews.com -  Polres Siantar bersama Denpom Siantar kemarin, Senin (24/06/2019) menggerebek salah satu tempat Galian C di daerah Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, terkait hal tersebut salah satu pengamat Kota Siantar Azhari Nasution meminta agar Polres Siantar bertindak tegas oknum-oknum perusak lingkungan, dan dia juga meminta kepada Pemko Siantar melaporkan kegiatan-kegiatan yang berbau perusakan lingkungan ke Instansi terkait.

Awalnya Azhari mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Polres Siantar bersama Denpom Siantar dalam menggerebek Galian C tersebut.

"Pernyataan Kecab ESDM itukan sudah jelas bahwa Siantar menurut tata ruang bukan kawasan pertambangan untuk itu saya sangat apresiasi atas tindakan Polres Siantar dan Denpom dalam melakukan penggerebakan itu,"katanya.

Namun kata Azhari belajar dari berhasilnya Galian C itu beroprasi selama ini, menjadi pukulan telak bagi Polres dan Pemko Siantar dalam mengawasi daerah mereka.

"Satu sisi kenapa itu bisa beroprasi selama ini, disini juga dituntut tindakan tegas dari Polres Siantar dalam melakukan pengawasan terhadap wilayah hukumnya, dan Pemko sebagai yang memiliki wilayah juga harus aktif melaporkan itu,"sebutnya.

Hal ini kata Azhari didasari dengan penjangaan lingkungan hidup Kota Siantar, sebab Galian C dapat merusak tataran sungai di Tanjung Pinggir.

"Akibatnya, kegiatan tersebut relatif dapat merusak bentang alam dan menyisakan tebing curam, yang selain mengganggu estetika sungai juga membahayakan lingkungan dan warga masyarakat setempat, jadi disini perlu ketegasan dari pihak intansi terkait terkhusus Polres Siantar dan Pemko Siantar,"paparnya.

Dia berharap hal positif yang sudah dilakukan oleh Polres Siantar dan Denpom Siantar tersebut dapat terus dilakukan oleh.

"Mudah-mudahan ini tidak hanya sekali saja, mudah-mudahan ketegasan yang sudah ditunjukkan Polres dan Denpom itu terus berlanjut dalam menjaga lingkungan hidup,"harapnya.