HETANEWS

Bacok Kaki Istrinya, Pak Vero Dituntut 8 Bulan

Terdakwa berjalan meninggalkan ruang sidang usai dituntut 8 bulan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Bangun Purba alias Pak Vero (43), warga Dusun Sinaibang, Nagori Sipangan Bolon, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dituntut 8 bulan penjara, di PN Simalungun, Selasa (25/6/2019). Terdakwa terbukti menganiaya istrinya, Erita br Aritonang dengan cara membacok bagian kaki.            

Jaksa Barry Sugiharto SH, mempersalahkan terdakwa dengan pasal 44 (1) UU RI No.35/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penganiayaan itu dilakukan terdakwa, pada  Jumat, 1 Maret 2019, pukul 10.00 WWIB, di depan rumah Masi br Sinaga, sekampung terdakwa. Pak Vero emosi atas sikap istrinya, karena tidak pulang ke rumah dan bermalam di rumah Masi br Sinaga.

Dengan sebilah parang penderes tuak, terdakwa pergi mencari keberadaan sikorban. Setelah bertemu di depan rumah Masi br Sinaga, terdakwa berkata "kenapa tidak pulang kau tadi malam". Lalu korban meminta maaf dan mengaku salah.             

Akan tetapi terdakwa semakin emosi dengan alasan korban dan mengayunkan parangnya dua kali ke kaki kiri dan kanan korban hingga terjatuh ke tanah. Korban segera dilarikan ke RSU Parapat untuk mendapat perawatan medis, sesuai visum yang dibuat dan ditandatangani oleh Dr Indah Dewi Putri selaku Kepala RSU Parapat, 8 Maret 2019.           

Atas tuntutan tersebut, terdakwa mohon kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan. "Menyesalnya kau,"tanya hakim karena ekspresi terdakwa merasa tidak ada penyesalan. "Menyesal yang mulia,"katanya.

Untuk putusan, majelis  hakim yang diketuai Novarina Manurung SH, Mince Ginting SH dan Aries Ginting SH, dibantu panitera Jonathan Sinaga SH, ditutup dan dibuka kembali pada Selasa (2/7) mendatang. 

Penulis: ay. Editor: gun.