HETANEWS

Pembebasan Lahan Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar Sudah 83 Persen, Medan-Danau Toba hanya 1,5 Jam

Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono (kemeja putih) bersama Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto saat meninjau pengerjaaan tol Medan-Binjai di Tanjungmulia Hilir, beberapa waktu lalu.(Foto/Tribunnews.com)

Medan, hetanews.com - Proses pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol Tebingtinggi-Pematangsiantar sejauh 42 kilometer sudah dapat dituntaskan mencapai 80 persen lebih.

Bahkan sepanjang 38 kilometer di antaranya sudah siap untuk dibangun, sehingga dalam waktu dekat ini peletakan batu pertama akan dilaksanakan.

“Alhamdulillah, proses pembebasan jalan tol untuk proyek Strategis Nasional (PSN) itu dapat berjalan sangat baik.

Kalau proyek pembangunan tol Tebing-Siantar rampung, maka jarak tempuh Medan-Danau Toba hanya sekitar 1,5 jam,” kata Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara Bambang Priono, Senin (24/6/2019).

Dijelaskan Bambang, beberapa kemajuan penting dalam proses pengadaan tanah guna pembangunan jalan tol tersebut.

Misalnya, trase luas jalan untuk tol Tebing-Siantar di Serdangbedagai dengan mindroad 31,34 kilometer, Tebingtinggi 834 meter, Simalungun 19,73 kilometer dan Pematangsiantar 7,97 kilometer.

“Dari jumlah seluruhnya yang telah terealisasi mencapai 83 persen,” ungkap Bambang.

Dia meyakini, berkat dukungan dari pemerintah daerah bersama masyarakat, perusahaan perkebunan dan swasta akan sangat mendukung berhasilnya proyek pengadaan tanah untuk PSN itu.

Disampaikan Bambang, jika pembangunan jalan tol Tebing-Pematangsiantar selesai dikerjakan, maka yang merasakan manfaatnya bukan hanya masyarakat di sekitar lokasi pembangunan, tapi juga dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Dia juga berharap pengalaman proses pembebasan tanah untuk tol di Tanjungmulia Hilir yang harus memakan waktu dua tahun, tidak terjadi lagi di daerah lain.

Dalam penjelasannya Bambang Priono mengungkapkan, tol Tebintunggi-Pematangsiantar dalam pengadaan
tanah terdiri dari, tanah PTPN III seluas 282, 92 hektare, PTPN IV 50 hektare, PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate 176 hektare, Pemko Pematangsiantar 1,91 hektare dan masyarakat 124 hektare.

Dia juga menyampaikan rasa syukurnya karena proses pengadaan tanah berjalan lancar dan bisa dibilang pengadaan tanahnya tercepat di seluruh Indonesia.

"Sebagiannya sudah ada yang dibayarkan, sebagiannya lagi harus melalui musyawarah dan sebagian lainnya masih dalam proses di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)," ujarnya.

Dalam keterangannya, Bambang juga mengingatkan kepada warga ataupun beberapa pihak yang tanahnya kena proyek strategis itu untuk lebih mengutamakan kepentingan orang banyak dari pada diri sendiri.

"Harus diingat bahwa proyek yang dilaksanakan ini sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini.Karena itu, pemerintah pasti akan memberikan ganti yang sangat layak kepada warga,” jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com

Penulis: tom. Editor: tom.