HETANEWS

Kasat Reskrim Ungkap Kronologi Digerebeknya Galian C Milik Marga Pardede di Tanjung Pinggir

Kasat Reskrim, AKP Demak Ompusunggu (kemeja putih) dan Kepala Cabang SDM Provinsi Sumut, Leo Sihaloho ketika diwawancarai di Polres Siantar, terkait digerebeknya galian C di Tanjung Pinggir, Kota Siantar, Senin (24/6/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Polres Siantar dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/1 Pematangsiantar, menggerebek galian C diduga milik marga Pardede yang berlokasi di Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Senin (24/6/2019).

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Demak Ompusunggu saat diwawancari terkait penggerebekan galian C tersebut menyampaikan, berawal dari razia lantas di Jalan Medan dan mengamankan satu unit truk bermuatan tanah.

"Setelah kita introgasi, supirnya mengatakan tanah tersebut dari Tanjung Pinggir milik Pardede, setelah kita cek bersama Kepala Cabang SDM Provinsi Sumut (Leo Sihaloho) tidak ada izin," ungkapnya.

Dikatakan Demak lagi, status dan lokasi tanah yang merupakan tanah yang belum diberi hak dan masih dikuasai oleh negara.

"Kita sudah turun ke lapangan (Melakukan Penggerebekan) dan menemukan istri Pardede dan alat berat (eskavator). Istri Pardede berjanji akan datang untuk kita introgasi. Mudah-mudahan dari hasil introgasi semakin jelas dan tindak lanjutnya akan kita lakukan polis line di lokasi galian c tersebut," ujarnya didampingi Leo Sihaloho, Kepala Cabang SDM Provinsi Sumut.

Lanjutnya lagi, istri Pardede, boru Manullang akan datang ke Polres untuk membawa surat-surat tanah yang disebutkannya.

Disinggung, apakah istri Pardede ditetapkan tersangka?  Demak Ompusunggu mengatakan, "Nanti kita lihat hasil pemeriksaan," ujarnya.

"Katanya sk camat dan sampai sekarang fisik surat itu belum kita lihat dan pasti camatnya kita panggil. Sudah berapa lama beroperasi galian c milik Pardede, nanti kita tanyakan saat introgasi berapa lama," ujarnya.

Terkait galian C, seperti yang terjadi di Tanjung Pinggir dan digerebek oleh petugas, jelas AKP Demak Ompusunggu dan itu melanggar Undang - undang Minerba No 4 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Jika tidak datang (Br Manullang istri Pardede) akan kita lakukan upaya penjemputan paksa. Soal lokasi galian C dan dari SDM Provinsi tidak ada izin untuk penambangan di  kota Pematangsiantar," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.