HETANEWS

Dikeroyok di Jalan, Naibaho Lapor ke Polres Samosir

Korban pengeroyokan, Markus Naibaho, saat menerima STPL setelah mengadukan ke SPKT Plores Samosir. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Pertengkaran berujung pemukulan dan pengeroyokan sesama pengguna jalan, terjadi di jalan raya Tele, Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjumula, Kabupaten Samosir, pada Minggu (23/6/2019), lalu.

Penganiayaan ini, dialami  seorang pengendara, Markus Naibaho (35), penduduk Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan yang kesehariannya  seorang ahli kaca, di Kota Pangururan.

Ditemui di ruang SKPT Polres Samosir, ketika melakukan pengaduan atas penganiayaan yang dialaminya, Markus Naibaho menyampaikan kronologis kejadian tersebut hanya karena mobil yang dikendarainya  menyerempet mobil plat BE 888 EY ketika mundur.

"Ketika itu, ada sekumpulan lembu di tengah jalan lewat jembatan simpang Limbong, dan saya lihat beberapa lembu bergerak liar menuju mobil kami. Saya langsung berinisiatif langsung mundur, tapi terkena mobil di belakang saya sedikit. Penumpang yang di belakang saya langsung keluar dan menggedor keras mobil saya menyuruh saya keluar, "ujar Markus Naibaho.

Korban pengeroyakan, Markus Naibaho ketika menunjukkan lukanya usai divisum di Rumah Sakit Hadrianus Sinaga. (foto/stm)

Ketika Markus Naibaho keluar, terjadi percakapan dan perdebatan keras antara supir mobil BB 888 EY yang belum diketahui identitasnya.

"Saya yang kebetulan bersama kakak saya, sudah sampaikan bila memang terjadi kerusakan, saya bersedia  memperbaikinya, "tambahnya.

Tiba - tiba keluar seorang penumpang yang sudah berumur dan langsung memegang bahu kanan saudara perempuan Markus Naibaho dan langsung menampar pipi kirinya.

"Saya tidak terima kakak saya ditampar dan berusaha merelainya. Tapi, langsung turun penumpang yang lain dan memukul saya dan mereka mengeroyok. Saya hanya bisa menutup wajah, ketika mereka kembali mendorong dan berusaha memukul kepala saya. Dan anehnya, setelah melakukan pemukulan, mobil tersebut langsung lari begitu saja meninggalkan kami,"ujar Markus Naibaho.

Akibat pemukulan tersebut, terdapat luka berdarah yang diduga hasil pencakaran dari pelaku.

Mobil pelaku yang diabadikan korban pengeroyokan. (foto/stm)

"Saya sudah melakukan visum di RS. Hadrianus Sinaga sesuai petunjuk dari polisi penerima laporan kami di SPKT Samosir, " tegasnya.

Ketika hal itu dikonfirmasi wartawan kepada Kapolres Samosir melalui Kasat Reskrim, AKP Jonser Banjarnahor, membenarkan telah menerima pengaduan atas nama Markus Naibaho.

"Benar kita telah menerima pengaduan penganiayaan saudara Markus Naibaho, dan saat ini sedang diproses setelah kami nanti menerima disposisi dari Pak Kapolres, " ujar AKP Jonser kepada wartawan melalui selulernya, pada Senin (24/6/2019).

Menurutnya, pihak Reskrim Polres Samosir akan menindaklanjuti penganiayaan ini dengan memanggil saksi dan pihak pihak yang mengetahui kejadian ini.

Laporan pengaduan tersebut tertuang dalam STPL Nomor 97/VI/2019/SMR/SPKT tertanggal 23 Juni 2019 dan ditandatangani Aipda P Pasaribu, tutupnya.   

Penulis: stm. Editor: gun.