HETANEWS

Topan Pemilik 7 Paket Sabu 18,80 Gram, Diancam 12 Tahun Bui di PN Siantar

Terdakwa topan pemilik 18,80 gram sabu, digiring petugas dengan kondisi tangan sudah diborgol. (foto/ms)

Siantar, hetanews.com - Jaksa Robert O. Damanik SH, membacakan tuntutan terhadap terdakwa Topan Aristiandi alias Kenyeng (35), selama 12 Tahun, denda Rp 1 Milyar dengan subsider 6 bulan penjara, dikurangi masa penahanan yang sudah dijalani.

Ancaman hukuman itu, dibacakan dalam persidangan, Senin (24/6/2019), di Ruang Sidang Cakra PN Siantar.

Warga Jalan Bola Kaki Gang Langgar No. 7 Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat ini, terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI Nom 35/2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa ajukan pledoi, dibantu Penasehat Hukumnya, Erwin Purba SH.

Terdakwa diringkus anggota Polres Siantar, di tempat tinggalnya, Jalan Bola Kaki Gang Langgar No. 7, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, pada Minggu (10/1/2019) sekitar pukul 03.00 WIB, lalu.

Barang bukti yang disita dari terdakwa, yakni 1 buah plastik klip berisikan 6 paket Narkotika jenis sabu,1 buah dompet kecil berisikan 7 buah plastik klip kosong dan 1 buah plastik klip berisi Narkotika diduga jenis sabu yang dibungkus dengan kertas tisu, uang tunai Rp. 300.000, 1 unit Handphone merk Nokia.

Sabu yang beratnya 18,80 gram itu, didapat terdakwa dari Edo Arjo (DPO), dengan perjanjian terdakwa harus menyetor hasil penjualan sabu terebut. Kemudian terdakwa memaketin sabu tersebut, masing - masing 1 gram. 1 gram sabu laku dibeli oleh Candra Susanto (terdakwa dalam berkas terpisah) seharga Rp. 900.000. Bahkan Candra kembali meminta 1 gram kepada terdakwa.

Untuk pembacaan putusan,  majelis hakim  yang dipimpin Danar Dono SH, dan didampingi anggotanya, Simon Charles SH dan Mhd Iqbal Purba SH MH, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ms. Editor: gun.